Internasional

Trump Siap Buka Isi Kesepakatan Iran ke Kongres, Rincian Dokumen Belum Dipublikasikan

12
×

Trump Siap Buka Isi Kesepakatan Iran ke Kongres, Rincian Dokumen Belum Dipublikasikan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Isi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran masih gelap bagi Kongres maupun publik, padahal dokumen itu diklaim dapat mengakhiri ketegangan bertahun-tahun antara dua negara yang berseteru. Presiden Donald Trump kini mengisyaratkan kesiapannya membuka rincian perjanjian tersebut kepada parlemen, meski penandatanganan resmi baru dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Jumat mendatang.

Pernyataan itu muncul ketika Trump menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan di sela KTT G7 2026 di Prancis, Rabu (17/6/2026). Dengan nada berkelakar, Trump menyatakan tidak keberatan menyerahkan memorandum kesepakatan itu kepada Kongres.

“Yang ingin saya lakukan adalah mengirimkannya ke Kongres dan mengatakan, ‘Anda tidak boleh menyetujuinya.’ Dan mereka akan menyetujuinya,” kata Trump, seperti dikutip CNBC International.

Kongres Belum Terima Penjelasan Resmi

Pernyataan Trump langsung memantik reaksi dari Capitol Hill. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengaku belum menerima penjelasan resmi mengenai isi kesepakatan tersebut. Dari kubu oposisi, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer mendesak pemerintah segera memberikan pengarahan kepada Kongres dan publik.

“Rakyat Amerika perlu tahu apa yang telah dijanjikan Trump kepada Iran dan apa yang akan didapatkan Amerika Serikat darinya,” ujar Schumer.

Keraguan juga datang dari sejumlah anggota Partai Republik sendiri. Senator Thom Tillis berpendapat setiap perjanjian dengan Iran seharusnya mendapat persetujuan resmi Kongres agar memiliki kepastian hukum jangka panjang dan tidak mudah dibatalkan pemerintahan berikutnya. Senator Lindsey Graham, meski menyambut potensi dibukanya kembali Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik, tetap menegaskan Kongres harus diberi kesempatan meninjau dan memberikan suara atas perjanjian final.

Klaim Bantuan Rp 300 Miliar Dolar Dibantah Trump

Perdebatan memanas setelah beredar laporan tentang kemungkinan bantuan rekonstruksi Iran senilai US$300 miliar, serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan. Trump membantah kabar itu dan menyebutnya “berita palsu”. Wakil Presiden JD Vance juga membantah laporan bahwa Iran akan menerima aset beku hingga US$24 miliar.

Dari kubu Demokrat, Senator Richard Blumenthal memperingatkan kesepakatan itu berpotensi memberi terlalu banyak konsesi kepada Teheran. Menurutnya, publik perlu mengetahui isi perjanjian sebelum pemerintah membentuk persepsi mengenai manfaat kesepakatan.

Kesepakatan awal yang diumumkan akhir pekan lalu disebut akan memperpanjang gencatan senjata AS-Iran selama 60 hari, sekaligus menjadi dasar negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Teheran dan isu strategis lainnya. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia — sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat ini — sehingga gangguan di sana berdampak langsung pada rantai pasok energi global.

Dokumen lengkap kesepakatan belum dipublikasikan. Semua pihak kini menunggu penandatanganan resmi di Jenewa, sekaligus penjelasan rinci yang dijanjikan Trump pada Jumat mendatang.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Surya Dharma