Internasional

AS Gelontorkan Rp531 Miliar untuk Bangun Gudang Senjata di Australia, Siap Beroperasi Penuh 2028

11
×

AS Gelontorkan Rp531 Miliar untuk Bangun Gudang Senjata di Australia, Siap Beroperasi Penuh 2028

Sebarkan artikel ini

Teras News — Basis militer AS di kawasan Indo-Pasifik bertambah satu titik strategis. Amerika Serikat mengalokasikan dana US$30 juta atau sekitar Rp531 miliar untuk membangun gudang logistik tempur di negara bagian Victoria, Australia, menjadikannya lokasi penyimpanan persenjataan permanen pertama Korps Marinir AS di negeri tetangga Indonesia itu.

Rencana tersebut terungkap dari dokumen tender Angkatan Laut AS, seperti dilaporkan Arab News, Rabu (17/6/2026). Persenjataan dan peralatan militer dijadwalkan ditempatkan lebih dulu di Melbourne sebelum dipindahkan ke gudang baru di pangkalan militer Bandiana, Victoria. Kapasitas penuh fasilitas itu ditargetkan tercapai pada 2028.

110 Tenaga Ahli Direkrut, dari Insinyur hingga Spesialis Keselamatan

Dokumen tender yang sama menyebut Angkatan Laut AS akan menggandeng kontraktor pertahanan global untuk merekrut sekitar 110 tenaga ahli. Mereka mencakup insinyur, mekanik, hingga spesialis keselamatan, yang bertugas mengelola stok peralatan tempur di fasilitas baru tersebut.

“Kegiatan Korps Marinir di Australia mendukung keberlanjutan global terintegrasi dengan menjaga peralatan dan perlengkapan yang siap pakai untuk operasi dan latihan di seluruh Indo-Pasifik,” kata juru bicara Pasukan Pasifik Korps Marinir AS.

Pengembangan gudang ini bukan yang pertama dalam jaringan logistik AS. Korps Marinir AS sudah mengoperasikan sistem penyimpanan peralatan militer di berbagai penjuru dunia sejak era Perang Dingin, termasuk di Norwegia dan armada kapal logistik yang tersebar di lokasi-lokasi strategis.

Pentagon Minta Rp8,15 Triliun Tambahan untuk Indo-Pasifik

Gudang di Victoria hanyalah satu bagian dari gambaran yang jauh lebih besar. Pentagon secara paralel meminta Kongres AS menyetujui anggaran US$500 juta, sekitar Rp8,15 triliun, untuk memperkuat penempatan peralatan militer dan cadangan bahan bakar di kawasan Indo-Pasifik pada tahun depan.

Keberadaan pasukan AS di Australia sendiri sudah berjalan. Sekitar 2.000 personel Marinir AS secara bergiliran menjalani latihan selama enam bulan setiap tahun di Darwin, Australia Utara. Gudang senjata di Victoria memperluas kehadiran itu dari sekadar rotasi pasukan menjadi infrastruktur logistik permanen.

Victoria Dipilih karena Relatif di Luar Jangkauan Rudal China

Pemilihan lokasi di bagian tenggara Australia bukan tanpa kalkulasi. Sejumlah analis menilai posisi Victoria relatif lebih aman dibandingkan pangkalan-pangkalan AS lain di kawasan, karena berada di luar jangkauan sebagian besar sistem rudal China.

Lowy Institute, lembaga riset kebijakan luar negeri asal Australia, bahkan memperingatkan bahwa wilayah utara Australia berpotensi menjadi sasaran rudal balistik China yang ditempatkan di pos-pos militer Beijing di Laut China Selatan. Ancaman itulah yang membuat Victoria, yang jauh di selatan, dinilai menawarkan perlindungan geografis lebih baik.

Australia sendiri secara resmi tidak mengizinkan keberadaan pangkalan militer asing permanen di wilayahnya. Namun kerja sama pertahanan Canberra dan Washington terus menguat dalam beberapa tahun terakhir, dan proyek gudang senjata senilai Rp531 miliar ini mencerminkan intensitas kerja sama yang makin dalam di tengah persaingan AS dan China di kawasan.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman