Berita

Ziarah 5 Makam Leluhur, Plt Bupati Ponorogo Buka Rangkaian Grebeg Suro Minggu (14/6)

12
×

Ziarah 5 Makam Leluhur, Plt Bupati Ponorogo Buka Rangkaian Grebeg Suro Minggu (14/6)

Sebarkan artikel ini

Teras News — Minggu (14/6/2026), Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita memimpin rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala dinas untuk berziarah ke lima lokasi makam leluhur Ponorogo sebagai pembuka rangkaian upacara Grebeg Suro. Perjalanan dimulai pagi hari dan berakhir di Taman Makam Pahlawan, menapaki jejak sejarah Kabupaten Ponorogo dari masa Kadipaten hingga era perjuangan kemerdekaan.

Dari Makam Batoro Katong hingga 285 Pahlawan di TMP Wira Patria Paranti

Rombongan mengawali ziarah di makam Batoro Katong, yang berlokasi di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Batoro Katong, yang bernama asli Lembu Kanigoro, adalah putra Prabu Brawijaya V sekaligus pendiri Kadipaten Ponorogo dan adipati pertamanya. “Mengetahui sejarah berguna untuk mengambil pelajaran berharga dari masa lalu,” kata Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis.

Dari Setono, rombongan bergerak ke Desa Tajug, Kecamatan Siman, untuk menziarahi makam KRMA Mertonegoro, bupati ke-14 Ponorogo. Mertonegoro dikenang sebagai tokoh yang menggagas perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama ke Kota Tengah, sekaligus membangun pendopo, alun-alun, dan Masjid Agung Ponorogo. “Mengenang jasa KRMA Mertonegoro menjadikan kita berpikir dan bergerak untuk kehidupan yang lebih maju,” ujar Bunda Lis.

Lokasi ketiga adalah makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Tegalsari, Kecamatan Jetis. Ulama besar ini mendirikan Pesantren Gebang Tinatar, yang juga dikenal sebagai Pesantren Tegalsari, yang tercatat sebagai tempat lahirnya banyak tokoh dan ulama ternama di Nusantara.

Tjokronegoro I hingga Patih Pendukung Pangeran Diponegoro

Ziarah berlanjut ke makam Raden Mas Tumenggung Tjokronegoro I di Kelurahan Kauman. Tjokronegoro I adalah bupati ke-15 Ponorogo dan masih keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari. Namanya kini diabadikan sebagai nama Masjid Agung Ponorogo.

Sebelum mengakhiri perjalanan, rombongan singgah di Astana Srandil, Desa Srandil, Kecamatan Jambon. Di sini dimakamkan RM Mertokusumo, patih Kabupaten Polorejo. Gunung Srandil diyakini sebagai tempat Mertokusumo bersembunyi sambil mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Belanda.

Titik akhir ziarah adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bangunsari. Di TMP itu bersemayam jasad 285 pahlawan dari unsur TNI, Polri, pejuang rakyat, hingga pahlawan tak dikenal.

Grebeg Suro Berlanjut dengan Bedhol Pusaka dan Kirab Pusaka

Ziarah makam ini menjadi gerbang pembuka serangkaian upacara Grebeg Suro, yang akan dilanjutkan dengan Bedhol Pusaka (prosesi pemindahan benda pusaka), Kirab Pusaka (arak-arakan benda pusaka keliling kota), serta Laku Tirakatan (malam renungan spiritual).

Bunda Lis berharap masyarakat tidak melupakan asal-usul daerah dan tokoh-tokoh yang membentuk Ponorogo. “Tugas kita membangun keadaan dan peradaban masa yang harus lebih maju dari peradaban masa lalu,” pungkasnya.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi