Teras News — 500 unit. Sebanyak itulah motor listrik Polytron FOX 350 yang kini resmi dioperasikan PT PLN (Persero) Distribusi Unit Induk (UID) Jawa Timur sebagai armada dinas petugas lapangan mereka.
Keputusan PLN UID Jawa Timur beralih ke kendaraan listrik untuk operasional sehari-hari bukan tanpa alasan. Pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi dorongan utama di balik pengadaan ratusan motor listrik tersebut. Selama ini, petugas lapangan PLN yang bertugas menangani gangguan, pemeliharaan jaringan, hingga pencatatan meter di seluruh wilayah Jawa Timur mengandalkan motor berbahan bakar konvensional yang menyedot anggaran operasional cukup besar.
PLN Pilih Polytron FOX 350 untuk Armada Lapangan Jawa Timur
Polytron FOX 350 dipilih sebagai kendaraan operasional resmi untuk seluruh petugas lapangan PLN di wilayah kerja UID Jawa Timur. Motor listrik produksi dalam negeri ini akan menggantikan posisi armada berbahan bakar minyak yang sebelumnya digunakan untuk mobilitas harian teknisi dan petugas distribusi.
Baca Juga:
Langkah PLN UID Jawa Timur ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sejumlah perusahaan pelat merah lain sebelumnya juga telah mulai mengganti armada operasional mereka dengan kendaraan berbasis baterai sebagai bagian dari target dekarbonisasi nasional.
500 Unit Tersebar untuk Kebutuhan Operasional di Seluruh Jawa Timur
Dengan cakupan wilayah kerja yang meliputi hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, kebutuhan armada lapangan PLN UID di provinsi tersebut tergolong besar. Pengadaan 500 unit sekaligus mencerminkan skala operasional yang tidak kecil.
Petugas lapangan PLN bertugas setiap hari, termasuk respons darurat saat terjadi gangguan kelistrikan. Kecepatan mobilitas menjadi kunci. Motor listrik seperti FOX 350 dinilai mampu memenuhi kebutuhan itu, terutama untuk pergerakan jarak pendek hingga menengah di dalam kota maupun wilayah suburban.
Transisi armada ini merupakan bagian dari upaya PLN secara korporat untuk menekan biaya operasional berbasis energi fosil, seiring dengan harga BBM yang berfluktuasi dan beban subsidi energi yang terus menjadi perhatian pemerintah. Dengan mengoperasikan motor listrik, PLN juga sekaligus mendorong ekosistem kendaraan listrik dari sisi permintaan, termasuk mendorong kebiasaan pengisian daya yang bisa memanfaatkan infrastruktur milik PLN sendiri.
Editor: Arif Budiman