Berita

Investasi RI Triwulan I 2026 Capai Rp498,8 Triliun, Serap 700 Ribu Tenaga Kerja

45
×

Investasi RI Triwulan I 2026 Capai Rp498,8 Triliun, Serap 700 Ribu Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Teras News — Realisasi investasi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung. Angka itu setara 24,4 persen dari target investasi tahun 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan data tersebut dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin. Di hadapan para anggota dewan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar mengejar besaran nominal investasi.

“Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besar nominasi atau nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk adalah investasi yang berkualitas, di saat bersamaan juga realisasi atau akselerasi implementasi, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di daerah maupun di nasional,” kata Rosan.

PMDN dan PMA Hampir Seimbang, Serap Tenaga Kerja Naik 18,9 Persen

Dari sisi sumber, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp248,8 triliun atau sekitar 49,9 persen dari total realisasi, tumbuh 6 persen secara tahunan. Penanaman Modal Asing (PMA) mengisi porsi 50,1 persen dengan nilai sekitar Rp250 triliun.

Penyerapan tenaga kerja langsung melonjak 18,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor-sektor utama penarik investasi mencakup industri logam dasar, jasa, pertambangan, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Rosan juga mencatat kenaikan kontribusi investasi berbasis sumber daya alam, yang menembus 30 persen dari total realisasi triwulan I 2026 atau senilai Rp147,5 triliun.

Target Investasi 2025-2029 Senilai Rp13.032,8 Triliun, Naik 143 Persen

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menetapkan target investasi periode 2025-2029 sebesar Rp13.032,8 triliun. Nilai itu naik 143 persen dibandingkan realisasi investasi dalam 10 tahun terakhir.

Meski target meningkat tajam, Rosan menekankan kualitas investasi tetap menjadi prioritas utama agar mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi nasional. Target ambisius itu ditetapkan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang masih bergejolak.

Bidik Semikonduktor hingga Hilirisasi Rumput Laut

Ke depan, BKPM akan mendorong investasi masuk ke komoditas strategis bernilai tambah tinggi. Rosan menyebut sejumlah sektor yang dibidik, antara lain semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, serta hilirisasi berbasis rumput laut.

Pilihan komoditas itu mencerminkan arah kebijakan hilirisasi yang lebih luas, yakni menggeser ekspor bahan mentah menuju produk olahan yang menghasilkan nilai ekonomi lebih besar di dalam negeri.

Dengan capaian triwulan I yang sudah melampaui seperempat target tahunan, BKPM kini menghadapi tantangan mempertahankan laju masuknya investasi berkualitas sepanjang tiga triwulan tersisa 2026.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman