Berita

Puasa 1 Muharram, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama Beserta Dalilnya

20
×

Puasa 1 Muharram, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama Beserta Dalilnya

Sebarkan artikel ini

Teras News — Setiap pergantian tahun baru Hijriah, sebagian umat Islam bertanya-tanya soal puasa di tanggal 1 Muharram. Apakah ada anjurannya? Apakah boleh dilakukan? Pertanyaan ini rutin muncul menjelang 1 Muharram dan kerap menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat awam.

Para ulama sepakat bahwa bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri menyebut Muharram sebagai syahrullah, bulan Allah, yang menunjukkan keistimewaannya dibanding bulan-bulan lain dalam kalender Hijriah. Puasa di bulan ini memiliki landasan yang kuat dalam sejumlah hadis.

Status Hukum Puasa pada 1 Muharram

Secara umum, puasa sunnah pada 1 Muharram diperbolehkan. Tidak ada larangan khusus dari ulama yang melarang puasa di hari pertama bulan ini. Berbeda dengan 1 Syawal (Idul Fitri) atau 10 Zulhijjah (Idul Adha) yang secara tegas diharamkan untuk berpuasa, tanggal 1 Muharram tidak masuk dalam daftar hari-hari yang dilarang.

Namun, para ulama memberikan catatan penting. Puasa yang justru lebih ditekankan di bulan Muharram adalah puasa Asyura, yakni pada 10 Muharram, bukan tanggal 1-nya. Ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.

Dalil yang Mendasari Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Hadis yang paling sering dikutip dalam konteks ini adalah riwayat dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR Muslim). Hadis ini menjadi pijakan utama bahwa berpuasa di sepanjang bulan Muharram, termasuk tanggal 1-nya, memiliki nilai ibadah yang dianjurkan.

Tidak ada nash yang secara spesifik memerintahkan atau mengkhususkan puasa pada 1 Muharram saja. Artinya, tidak ada ritual khusus yang wajib dikerjakan pada hari itu seperti yang berlaku pada 10 Muharram. Puasa 1 Muharram masuk dalam kategori puasa sunnah mutlak di bulan Muharram secara umum.

Puasa Asyura Lebih Diutamakan

Jika seorang Muslim ingin memaksimalkan ibadah di bulan Muharram, puasa Asyura pada 10 Muharram adalah yang paling dianjurkan. Keutamaannya luar biasa. Rasulullah SAW menyatakan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Para ulama juga menganjurkan untuk menambahkan puasa pada 9 Muharram (Tasu’a) agar berbeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram. Ini adalah penyempurnaan ibadah yang direkomendasikan oleh sejumlah mazhab fikih.

Bagi umat Islam yang ingin berpuasa pada 1 Muharram, praktik tersebut sah dan tidak ada halangan syar’i. Yang perlu dipahami adalah tidak ada kewajiban khusus di tanggal itu, sehingga tidak perlu merasa berdosa bila melewatkannya. Bulan Muharram secara keseluruhan tetap menjadi salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman