Kesehatan

IDAI Buka Skrining Tumbuh Kembang Anak Gratis di Ragunan, Peringati HUT ke-72

11
×

IDAI Buka Skrining Tumbuh Kembang Anak Gratis di Ragunan, Peringati HUT ke-72

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ratusan orang tua di Jakarta bisa membawa anak mereka untuk diperiksa tumbuh kembangnya tanpa biaya sepeser pun, Minggu (14/6). Kesempatan ini hadir lewat layanan skrining kesehatan anak gratis yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi puncak rangkaian perayaan hari jadi IDAI yang ke-72. Memilih Ragunan sebagai lokasi bukan tanpa alasan — kawasan taman satwa itu ramai dikunjungi keluarga di akhir pekan, sehingga potensi jangkauan ke masyarakat pun lebih luas.

Skrining Gratis di Tengah Tingginya Biaya Kesehatan Anak

Bagi banyak keluarga, pemeriksaan tumbuh kembang anak di klinik atau rumah sakit kerap memerlukan biaya yang tidak sedikit. Layanan gratis seperti ini menjadi angin segar, terutama bagi orang tua yang ingin memastikan kondisi pertumbuhan si kecil namun terkendala biaya.

Skrining tumbuh kembang mencakup pemantauan aspek fisik, motorik, kognitif, serta perkembangan sosial anak sesuai usianya. Pemeriksaan semacam ini penting dilakukan secara berkala, karena gangguan tumbuh kembang yang terdeteksi sejak dini jauh lebih mudah ditangani dibanding yang baru diketahui saat anak bertambah besar.

Puncak Rangkaian HUT IDAI ke-72

Acara di Ragunan ini menutup serangkaian kegiatan peringatan ulang tahun IDAI yang ke-72. Organisasi profesi dokter spesialis anak ini telah berdiri selama lebih dari tujuh dekade dan konsisten bergerak di bidang kesehatan anak di Indonesia.

Memilih kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat sebagai penutup perayaan mencerminkan fokus IDAI pada pelayanan nyata, bukan sekadar seremonial. Orang tua yang hadir bisa langsung berkonsultasi dengan dokter anak tanpa harus antre panjang di fasilitas kesehatan seperti biasanya.

Kegiatan skrining gratis seperti ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak keluarga untuk rutin memantau pertumbuhan anak, tidak hanya saat anak sakit. Deteksi dini gangguan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara atau motorik, dapat membuka jalan intervensi lebih cepat dan hasil yang lebih baik bagi anak.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma