Berita

Investasi Jateng Tembus Rp23,02 Triliun di Triwulan I 2026, Mal Baru Tumbuh di Tengah Tekanan Geopolitik

11
×

Investasi Jateng Tembus Rp23,02 Triliun di Triwulan I 2026, Mal Baru Tumbuh di Tengah Tekanan Geopolitik

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jawa Tengah mencatat realisasi investasi sebesar Rp23,02 triliun pada triwulan I 2026, menyerap 92 ribu tenaga kerja, seiring munculnya sejumlah mal baru di provinsi tersebut. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan salah satunya, 23 Semarang Shopping Center, pada Sabtu (13/6/2026).

“Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi,” kata Luthfi usai peresmian 23 Semarang Shopping Center sekaligus groundbreaking Hyatt Place di Semarang.

Dari Rp110 Triliun di 2025, Jateng Pacu Lagi di 2026

Angka Rp23,02 triliun di tiga bulan pertama 2026 itu menyusul capaian investasi sepanjang 2025 yang mencapai Rp110 triliun. Pemprov Jateng mendorong angka itu dengan tiga pilar utama: kemudahan perizinan, jaminan keamanan dan ketertiban wilayah, serta ketersediaan tenaga kerja terlatih.

Faktor pendukung lainnya adalah keberadaan kawasan industri. Tercatat sekitar tujuh kawasan industri aktif tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, dan sejumlah daerah lain. Luthfi bahkan mendorong para bupati dan wali kota untuk ikut membangun kawasan industri baru di wilayah masing-masing.

“Jawa Tengah adalah provinsi yang menarik untuk investasi. Maka kami minta bupati-walikota untuk membuat kawasan industri,” tegasnya.

Mal Baru Serap 3.000 Pekerja, Gunakan Energi Terbarukan

23 Semarang Shopping Center bukan sekadar pusat perbelanjaan biasa. Mal ini dirancang dengan sistem energi terbarukan dan dilengkapi urban garden berupa ruang terbuka hijau. Luthfi menyebut desain itu selaras dengan program ekonomi hijau yang digalakkan Pemprov Jateng.

Mal tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Pemprov juga menyiapkan insentif pajak khusus bagi investasi yang memanfaatkan energi terbarukan.

“Bagi investasi yang menggunakan energi terbarukan kita kenakan insentif pajak, ini baru di Jateng,” jelas Luthfi.

Luthfi berharap kehadiran mal baru itu turut menggerakkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya, sehingga manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan oleh investor besar.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman