Berita

Ahmad Luthfi Terjun Langsung Pantau SPMB Jateng 2026, Tegaskan Kuota Domisili 33 Persen dan “No Titip-titip”

10
×

Ahmad Luthfi Terjun Langsung Pantau SPMB Jateng 2026, Tegaskan Kuota Domisili 33 Persen dan “No Titip-titip”

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kuota penerimaan siswa baru SMA Negeri di Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027 terbagi menjadi empat jalur: domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Angka itu sudah terkunci sejak awal, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ingin memastikan tidak ada satu pun yang bergeser karena titipan.

Luthfi turun langsung memantau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri pada Sabtu (13/6/2026). Dia mengunjungi dua titik sekaligus: Posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Kota Semarang. Hasilnya, proses pendaftaran berjalan tanpa kendala berarti.

Kendala Teknis Unggah Data Ditangani Petugas di Lokasi

Pantauan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan menunjukkan satu pola masalah yang berulang: calon peserta didik dan orang tua kesulitan mengoperasikan aplikasi, terutama saat mengunggah dokumen. Namun tidak ada yang sampai berlarut.

“Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya,” kata Luthfi di sela kunjungannya.

Di SMAN 3 Semarang, Luthfi mendapati para guru tetap berjaga meski hari Sabtu bukan hari kerja resmi. Petugas SPMB di berbagai kantor dinas pun tetap hadir melayani masyarakat. Luthfi mengapresiasi dedikasi itu.

Server Diperkuat Teknologi Alibaba, Pakai Cloud Auto Scaling

Di balik antarmuka pendaftaran yang diakses ribuan calon siswa, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan infrastruktur teknis yang jauh lebih kokoh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan, sistem SPMB 2026 dibangun bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng dan perusahaan teknologi Alibaba.

Sistem menggunakan cloud server dengan teknologi auto scaling, yang memungkinkan kapasitas server bertambah otomatis mengikuti lonjakan pendaftar. Jika satu pusat data terganggu, sistem cadangan berbasis multi-zone langsung mengambil alih sehingga proses pendaftaran tidak terhenti. Sadimin juga memastikan data pribadi calon siswa terlindungi.

SMK Negeri Dominasi Jalur Prestasi hingga 75 Persen

Komposisi kuota untuk SMK Negeri berbeda signifikan dari SMA. Jalur prestasi mendominasi dengan porsi 75 persen, diikuti afirmasi 15 persen dan domisili hanya 10 persen. Perbedaan bobot ini mencerminkan orientasi SMK yang lebih menekankan kemampuan dan minat kejuruan calon siswa.

Luthfi kembali menggaungkan tagline yang ia usung dalam SPMB tahun ini: “No Titip-titip, No Jastip”. Seluruh petugas diminta bertindak profesional agar setiap calon peserta didik mendapat kesempatan setara.

“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orangtua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” ujar Luthfi saat menyapa petugas SPMB di Kantor Cabang Dinas Pendidikan secara daring.

Luthfi juga menegaskan posisi siswa bukan sekadar angka dalam sistem penerimaan. “Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang,” katanya.

Masa pendaftaran SPMB Jateng 2026 terus berjalan. Dengan sistem yang diperkuat dan pengawasan langsung dari gubernur, publik menanti apakah seluruh proses hingga pengumuman akhir benar-benar bebas dari praktik titip-menitip yang selama ini kerap mencoreng penerimaan siswa baru.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi