Berita

35 Turis Asing Serbu Grebeg Suro Ponorogo, 20 Pelaku Usaha Bentuk IPPO

9
×

35 Turis Asing Serbu Grebeg Suro Ponorogo, 20 Pelaku Usaha Bentuk IPPO

Sebarkan artikel ini

Teras News — Setidaknya 35 wisatawan mancanegara hadir di Ponorogo untuk menyaksikan Grebeg Suro 2026, sementara selama ini para pelaku industri pariwisata di kabupaten tersebut belum punya wadah bersama. Kesenjangan antara potensi kunjungan dan lemahnya ekosistem bisnis pariwisata itu mendorong 20 pengusaha lokal berhimpun membentuk Industri Pariwisata Ponorogo (IPPO).

Deklarasi pembentukan IPPO disampaikan perwakilan organisasi, Erfan, pada Jumat (12/6/2026). Ia menyebut wadah baru ini berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo. “Kami berhimpun di IPPO singkatan dari Industri Pariwisata Ponorogo untuk membangun sinergi antar pelaku usaha guna menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi,” kata Erfan.

Dua puluh anggota IPPO bergerak di berbagai segmen, mulai dari biro perjalanan wisata, pengelola destinasi, penginapan dan hotel, rumah makan, kafe, pusat oleh-oleh, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Prancis Kirim 12 Turis, Jepang 10 Orang

Data kunjungan Grebeg Suro 2026 yang dihimpun IPPO merinci asal negara para wisatawan asing itu: 12 orang dari Prancis, 10 dari Jepang, 5 dari Singapura, dan sisanya dari India serta beberapa negara lain. Grebeg Suro sendiri merupakan festival tahunan yang merayakan Tahun Baru Hijriah, identik dengan tradisi dan budaya Reog Ponorogo yang sudah dikenal di tingkat internasional.

“Wisatawan dari Prancis sebanyak 12 orang, Jepang 10 orang, Singapura 5 orang, sisanya dari India serta beberapa negara lainnya. Ini bukti bahwa budaya dan tradisi di Ponorogo memiliki daya tarik yang mampu menembus pasar wisata internasional,” jelas Erfan.

Paket Wisata Offroad hingga JecoTrip ke Bukit Kuik

IPPO tidak berhenti pada festival tahunan. Para anggota sepakat mengemas sejumlah paket wisata yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Ponorogo. Ada paket wisata sejarah, paket wisata religi, dan JecoTrip ke Bukit Kuik di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit. Wisata petualangan offroad juga masuk daftar pengembangan untuk menjangkau segmen pecinta aktivitas luar ruang.

“Kami juga mulai mengembangkan wisata berbasis pengalaman sebagai alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Ponorogo. Salah satunya adalah wisata petualangan offroad untuk melengkapi ragam wisata sekaligus menjangkau segmen pecinta aktivitas luar ruang,” terang Erfan.

Dalam waktu dekat, IPPO berencana mengundang agen biro perjalanan dari luar daerah untuk melihat langsung potensi wisata Ponorogo, baik keindahan alam, warisan budaya, maupun produk ekonomi kreatif. Erfan menyebut pengembangan pariwisata pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo.

Erfan berharap semakin banyak pengusaha bergabung ke IPPO. “Melalui IPPO akan terbangun jejaring antar pelaku usaha, promosi destinasi yang lebih gencar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujarnya. Dengan ekosistem yang lebih solid, Ponorogo mengincar posisi sebagai tujuan wisata unggulan yang berdaya saing, bukan sekadar ramai satu kali setahun saat Grebeg Suro berlangsung.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi