Internasional

Hanya 11% Warga Eropa Masih Percaya AS sebagai Sekutu, Terendah dalam Sejarah Modern

14
×

Hanya 11% Warga Eropa Masih Percaya AS sebagai Sekutu, Terendah dalam Sejarah Modern

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kepercayaan publik Eropa terhadap Amerika Serikat anjlok ke titik terendah dalam sejarah modern. Survei yang dilakukan pada Mei 2026 di 15 negara Eropa menemukan hanya 11% responden yang masih memandang AS sebagai sekutu sejati, turun signifikan dari 22% pada November 2024.

Para penulis laporan menyebut temuan itu mencerminkan adanya “ketidakpercayaan mendalam Eropa terhadap AS”, demikian dikutip dari laporan European Council on Foreign Relations (ECFR) yang dirilis pada Rabu (10/6/2026).

Kepercayaan Eropa terhadap AS Anjlok dari 22% ke 11% dalam 7 Bulan

Angka 11% itu turun dari 16% enam bulan sebelum survei digelar, dan merosot jauh dibanding posisi November 2024 yang masih berada di angka 22%. Survei ini mencakup 15 negara, yakni Austria, Bulgaria, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.

ECFR merilis laporan ini menjelang serangkaian pertemuan penting pemimpin negara-negara Barat dalam forum G7 dan NATO yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.

Mayoritas responden kini tidak lagi menempatkan AS dalam kategori sekutu dekat. Mereka menyebut Washington hanya sebagai “mitra yang diperlukan”. Lebih jauh, 13% warga Eropa menyebut AS sebagai rival, dan 12% lainnya terang-terangan menganggap negeri itu sebagai musuh langsung.

Mayoritas Ragukan AS Akan Bela Eropa jika Diserang

Temuan paling tajam dalam survei ini menyangkut komitmen pertahanan. Mayoritas responden di seluruh negara yang disurvei menyatakan tidak lagi percaya bahwa Washington akan mengirim bantuan militer jika negara mereka menghadapi serangan.

Keyakinan itu kini berpindah arah. Banyak warga Eropa justru lebih yakin negara-negara tetangga di kawasan yang akan datang membantu jika krisis keamanan benar-benar terjadi. Kecuali di Bulgaria, mayoritas responden di berbagai negara, termasuk Prancis, Italia, Belanda, dan Swedia, percaya bahwa setidaknya beberapa negara Eropa akan hadir memberikan bantuan bila mereka diserang.

Pergeseran ini terjadi di tengah kebangkitan partai-partai sayap kanan di sejumlah negara tersebut, yang selama ini dikenal lebih simpatik terhadap kebijakan Trump.

Kebijakan Trump Jadi Pemicu Utama

Laporan ECFR mengidentifikasi sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump sebagai faktor pendorong utama perubahan persepsi ini. Deretan kebijakan itu mencakup sikap agresif AS di Timur Tengah, ancaman terhadap Greenland, pernyataan soal kemungkinan penarikan pasukan AS dari pangkalan militer di Eropa, hingga keraguan Trump terhadap masa depan NATO.

Meski kepercayaan terhadap AS jatuh, banyak warga Eropa rupanya masih menyimpan harapan jangka panjang. Di hampir seluruh negara yang disurvei, pandangan dominan menyebut hubungan AS-Eropa kemungkinan akan membaik setelah Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden. Pandangan itu dianut oleh lebih dari 60% responden di Prancis.

Laporan ECFR dirilis tepat saat para pemimpin Eropa tengah mempersiapkan agenda pertemuan multilateral dalam forum G7 dan NATO. Hasil survei ini diperkirakan akan mewarnai dinamika negosiasi dan pembahasan arsitektur pertahanan kawasan dalam kedua forum tersebut.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma