Berita

PKK Bukan Kumpulan Emak-Emak Arisan: Indah Sumarno Sebut Organisasi Ini Gerakkan Seluruh Sendi Kehidupan Masyarakat

15
×

PKK Bukan Kumpulan Emak-Emak Arisan: Indah Sumarno Sebut Organisasi Ini Gerakkan Seluruh Sendi Kehidupan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jutaan perempuan Indonesia terlibat aktif dalam organisasi PKK di tingkat desa hingga provinsi, namun stigma lama masih menempel: sekadar kumpul-kumpul dan arisan. Pandangan itu kini dibantah langsung oleh salah satu pengurus TP PKK Jawa Tengah yang mengaku pernah berpikiran sama sebelum akhirnya terjun langsung.

Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Indah Sumarno, membuka pengakuan itu di hadapan peserta kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Jawa Tengah, di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Selasa (9/6/2026). Ia mengaku, sebelum bergabung, PKK terasa tidak ada gunanya baginya.

“Sebelumnya, saya menganggap PKK tidak ada artinya. Kumpul-kumpul, arisan. Tapi ketika saya masuk di dalamnya, ternyata banyak yang harus dilakukan,” ungkap Indah.

Dari Gizi Anak hingga Pertanian, PKK Tangani Semua Lini

Indah menjelaskan, ruang lingkup kerja PKK jauh melampaui bayangan orang awam. Dari tingkat provinsi hingga unit terkecil bernama dasa wisma, organisasi ini menangani gizi dan kesehatan anak, kebutuhan ibu hamil, pendampingan remaja, perawatan lanjut usia, gotong royong, hingga peningkatan ekonomi keluarga melalui berkebun dan usaha rumahan.

“Rencana kerjanya itu melebihi bapak-bapak. Karena apa pun, dari manusia sebelum lahir sampai menjelang kematian, semua kegiatan terangkum di TP PKK. Ibaratnya, di PKK itu ada ahli gizi, ahli pertanian, ahli hukum, dan lain-lain. Semua ada di PKK,” jelas Indah.

Pernyataan ini bukan sekadar kebanggaan organisasi. PKK memang dirancang sebagai gerakan pemberdayaan keluarga yang bekerja dari bawah, menjangkau sudut-sudut permukiman yang kadang tidak terjamah program pemerintah formal.

Guru Besar UNS: PKK adalah Gerakan Peradaban

Guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Sunny Ummul Firdaus, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menyebut PKK bukan sekadar organisasi sosial biasa. Menurutnya, PKK adalah gerakan keluarga sekaligus gerakan peradaban yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Prof. Sunny menekankan, PKK berperan menguatkan keluarga sebagai pusat pendidikan nilai, menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan nyata warga, serta menjaga tradisi gotong royong agar tetap hidup sebagai energi sosial.

“Gotong royong ini esensinya energi kita positif, wajah cerah ceria. Jika keluarga kuat, masyarakat kuat, bangsa juga kuat,” katanya.

Prof. Sunny juga menyoroti soal kerja sama antaranggota. Baginya, berkolaborasi bukan sekadar membagi tugas, melainkan memahami bahwa setiap pekerjaan terhubung satu sama lain. “Kebersamaan itu penting, karena kalau salah satu tidak mengerjakan, tugas orang lain berantakan,” tegasnya.

PKK Disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kedua

Indah menutup pesannya dengan sebuah penyebutan yang kuat. Selama ini guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi bagi Indah, PKK layak mendapat predikat yang sama.

“Selain guru, pahlawan tanda jasanya juga PKK. Ini bagi saya. Karena PKK menjadi penggerak seluruh kehidupan, sosial, ekonomi, di masyarakat, dan masuk titik yang terkecil, yaitu keluarga,” tuturnya.

Kegiatan peningkatan kapasitas pengurus ini diinisiasi oleh Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Indah menyebut, kegiatan itu dirancang untuk membangun semangat kolektif dan memperkuat ikatan antarpengurus dari berbagai latar belakang, demi mencapai tujuan bersama yaitu kesejahteraan keluarga dan masyarakat Jawa Tengah.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Arif Budiman