Internasional

Iran Bantah Tujuh Klaim Trump soal Kesepakatan Selat Hormuz

12
×

Iran Bantah Tujuh Klaim Trump soal Kesepakatan Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini

Juru bicara Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara terbuka menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan tujuh klaim palsu terkait perang dan perundingan dengan Iran, semuanya dalam kurun waktu satu jam.

Tuduhan itu disampaikan Ghalibaf melalui unggahan di platform X pada Kamis (17/4/2026), merespons serangkaian pernyataan Trump di Truth Social yang mengklaim sejumlah kemajuan dalam negosiasi dengan Iran menjelang berakhirnya masa gencatan senjata.

“Presiden Amerika Serikat membuat tujuh klaim dalam satu jam, ketujuh-tujuhnya adalah palsu,” tulis Ghalibaf dalam unggahannya, dilansir Hindustan Times, Sabtu (18/4/2026).

Ghalibaf juga memperingatkan soal nasib Selat Hormuz. “Mereka tidak memenangi perang dengan kebohongan-kebohongan ini, dan mereka tentunya tidak akan mendapatkan apapun dari negosiasi. Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tetap tidak akan dibuka,” tambahnya.

Klaim-Klaim Trump yang Dibantah Iran

Sebelum bantahan Ghalibaf, Trump melalui Truth Social mengunggah sejumlah pernyataan yang mengklaim keberhasilan diplomatik dan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Berikut klaim-klaim yang dimaksud:

Pertama, Trump mengklaim Iran telah setuju untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz. Dalam unggahannya, Trump menulis: “Iran telah setuju untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz. (Selat) Itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata melawan Dunia!”

Kedua, Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak terkait dengan Lebanon. “Kesepakatan ini tidak terikat, dalam bentuk apapun, dengan Lebanon, tapi kami akan, Membuat Lebanon Hebat Kembali!” tulis Trump.

Ketiga, Trump mengklaim Iran memindahkan ranjau-ranjau laut dengan bantuan AS. “Iran, dengan bantuan dari AS telah memindahkan, atau sedang memindahkan semua ranjau laut!” demikian pernyataan Trump.

Keempat, Trump mengklaim AS akan mengambil material nuklir Iran. Ia menyebut Amerika Serikat akan mengambil semua “debu” nuklir yang dihasilkan oleh pengeboman pesawat B2, tanpa ada pertukaran uang dalam bentuk apapun.

Posisi Iran soal Selat Hormuz

Sebelum pernyataan Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengumumkan bahwa perlintasan Selat Hormuz “dibuka sepenuhnya” untuk kapal-kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Namun pembukaan itu disebut hanya berlaku untuk rute yang dikoordinasikan dengan otoritas Iran.

Pernyataan Araghchi itu berbeda dengan klaim Trump yang menyebut Iran telah sepakat tidak akan pernah lagi menutup selat tersebut.

Sementara itu, Trump lewat Truth Social menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku “dalam kekuatan penuh” hingga apa yang disebutnya sebagai “transaksi” dengan Iran selesai sepenuhnya.

Ghalibaf menegaskan, jika blokade AS terus berlanjut, Iran akan kembali menutup Selat Hormuz.

Dilansir dari laporan Republika.