Kesehatan

BPJS Kesehatan Luncurkan Prolanis Muda, Sasar Penderita Diabetes dan Hipertensi di Bawah 45 Tahun

12
×

BPJS Kesehatan Luncurkan Prolanis Muda, Sasar Penderita Diabetes dan Hipertensi di Bawah 45 Tahun

Sebarkan artikel ini

Teras News — Diabetes dan hipertensi bukan lagi penyakit orang tua. Dua penyakit kronis itu kini makin banyak menjangkiti kelompok usia produktif, bahkan mereka yang belum mencapai 45 tahun. BPJS Kesehatan merespons tren ini dengan meluncurkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, sebuah program pencegahan yang menyasar generasi muda peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan program ini secara langsung di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu. Ia menekankan bahwa Prolanis Muda bukan sekadar perpanjangan program kesehatan biasa, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sistem JKN secara jangka panjang.

“Program Prolanis Muda merupakan upaya berkelanjutan JKN melalui penguatan budaya hidup sehat dan gotong royong sejak usia produktif,” kata Prihati.

Kerusakan Diam-diam Selama Bertahun-tahun

Yang membuat kedua penyakit ini berbahaya justru sifatnya yang senyap. Prihati mengingatkan bahwa hipertensi dan diabetes kerap tidak menunjukkan gejala apa pun di tahap awal, sehingga banyak pasien baru sadar ketika kondisinya sudah parah.

“Hipertensi dan diabetes ini sering kali tidak ada keluhannya. Setelah kondisinya berat baru menimbulkan keluhan, padahal kerusakan sudah terjadi bertahun-tahun,” ujarnya.

Komplikasi yang ditimbulkan pun serius. Pembengkakan jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga risiko stroke mengintai mereka yang tidak mengelola kedua penyakit itu sejak dini. Deteksi awal melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci utama pencegahan.

Lari 5 Km Jadi Pintu Masuk Gaya Hidup Sehat

Prolanis Muda tidak hanya berbicara soal obat dan klinik. Program ini mendorong peserta JKN untuk aktif bergerak, salah satunya lewat kegiatan lari bersama sejauh lima kilometer.

“Kami mengajak masyarakat beserta peserta JKN, khususnya Prolanis Muda, untuk lari bersama lima kilometer. Yang kuat silakan berlari, yang belum kuat bisa berjalan,” kata Prihati.

Edukasi pola makan sehat turut masuk dalam paket program ini. BPJS Kesehatan ingin memastikan peserta tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan saat sakit, tetapi juga membangun kebiasaan sehari-hari yang melindungi mereka dari penyakit kronis.

Keberlanjutan JKN di Balik Program Pencegahan

Ada kalkulasi besar di balik program ini. Semakin banyak peserta JKN usia produktif yang jatuh sakit karena penyakit kronis, semakin besar pula beban pembiayaan layanan kesehatan nasional. Prihati menyebut pencegahan dan deteksi dini sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas pembiayaan JKN dalam jangka panjang.

Prolanis sendiri (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) merupakan sistem pelayanan kesehatan terintegrasi yang dirancang BPJS Kesehatan untuk membantu peserta dengan kondisi kronis agar tetap terpantau dan tidak mengalami komplikasi. Varian “Muda” yang kini diluncurkan memperluas sasaran ke kelompok usia yang sebelumnya kurang terjangkau program serupa.

Dengan penyakit kronis yang terus meremajakan usianya, BPJS Kesehatan kini menggeser fokus dari mengobati menjadi mencegah, dan berharap generasi produktif Indonesia mau bergerak lebih awal sebelum kerusakan terjadi tanpa mereka sadari.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman