Berita

Siloam Bogor Punya 90 Dokter Spesialis, DPR Ingatkan Layanan Tetap Harus Humanis

19
×

Siloam Bogor Punya 90 Dokter Spesialis, DPR Ingatkan Layanan Tetap Harus Humanis

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pasien bukan sekadar nomor antrean. Pesan itulah yang ditekankan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Novita Wijayanti, saat mengunjungi Rumah Sakit Siloam Bogor dalam kunjungan kerja resmi, Senin (11/5/2026).

Kunjungan BURT DPR RI ke Siloam Bogor awalnya ditujukan untuk memastikan kualitas layanan kesehatan bagi anggota dewan. Namun Novita memperluas cakupan pesannya, mengingatkan bahwa standar pelayanan yang baik harus berlaku untuk semua kalangan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

“Pelayanan harus prima. Sarana prasarana, dokter, dan obat-obatan harus lengkap. Tapi yang paling penting adalah humanis, ramah, dan pelayanan dari hati ke hati,” kata Novita usai kunjungan di Kota Bogor, Jawa Barat.

90 Dokter Spesialis dan Teknologi Robotik Da Vinci

Siloam Bogor saat ini mengoperasikan sekitar 90 dokter spesialis dan 9 dokter subspesialis dengan kapasitas 100 tempat tidur. Rumah sakit ini juga telah mengadopsi teknologi robotik Da Vinci untuk prosedur transplantasi hati donor, serta membuka klinik khusus penanganan cedera olahraga.

Fasilitas sport clinic itu mendapat perhatian khusus dari Novita. Politikus Gerindra tersebut menilai layanan penanganan cedera olahraga kian relevan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga dan gaya hidup sehat belakangan ini.

Executive Director Siloam Bogor, Eric R. Hilman, memastikan rumah sakit membuka layanan untuk semua lapisan masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan. Pengembangan layanan berbasis teknologi modern, menurutnya, berjalan seiring dengan komitmen menjaga aksesibilitas bagi pasien dari berbagai latar belakang ekonomi.

Teknologi Canggih Tak Boleh Geser Sentuhan Kemanusiaan

Novita mengingatkan satu hal yang kerap terpinggirkan ketika rumah sakit berlomba meningkatkan fasilitas fisik: kemanusiaan. Bagi politikus yang akrab disapa Srikandi Gerindra ini, kecanggihan alat medis tidak ada artinya jika tenaga kesehatan kehilangan empati dalam berhadapan dengan pasien.

Rumah sakit, tegasnya, tidak boleh semata berorientasi pada keuntungan finansial.

Kunjungan BURT DPR RI ke berbagai fasilitas kesehatan merupakan bagian dari fungsi pengawasan dewan terhadap layanan yang juga digunakan oleh anggota parlemen dan stafnya. Hasil temuan dari kunjungan seperti ini biasanya menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan di tingkat legislatif.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman