Berita

Gibran Turun ke Terowongan MRT Fase 2A, Puji Pramono dan Targetkan Operasi 2027

15
×

Gibran Turun ke Terowongan MRT Fase 2A, Puji Pramono dan Targetkan Operasi 2027

Sebarkan artikel ini

Teras News — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Harmoni-Sawah Besar pada Selasa (12/5/2026), turun ke bawah tanah bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

“Thank you, Governor, for your commitment to the development of MRT and LRT,” kata Gibran kepada Pramono di sela peninjauan tersebut.

Berjalan Kaki dari Sawah Besar ke Harmoni

Gibran datang dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap: helm dan rompi hijau neon berlogo MRT Jakarta. Bersama Pramono, Dudy, serta Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, ia berjalan kaki menelusuri terowongan dari titik CP202 Stasiun Sawah Besar hingga CP202 Stasiun Harmoni. Keempatnya sempat berhenti beberapa kali untuk berdiskusi di lokasi.

Gibran menyebut penyediaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi sebagai salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga meyakini kualitas fasilitas yang baik akan mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi.

Tujuh Stasiun Bawah Tanah Sepanjang 5,8 Km

MRT Jakarta Fase 2A akan membentang sejauh sekitar 5,8 kilometer, menghubungkan Stasiun Bundaran HI dengan Stasiun Kota. Tujuh stasiun bawah tanah direncanakan berdiri di sepanjang jalur ini: Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase ini merupakan perpanjangan dari MRT Jakarta Fase 1 yang sudah beroperasi di koridor Lebak Bulus-Bundaran HI.

PT MRT Jakarta mematok target segmen pertama, yakni Bundaran HI hingga Monas, rampung dan beroperasi pada akhir 2027. Segmen lanjutan dari Monas hingga Kota dijadwalkan selesai dua tahun kemudian, pada 2029.

Dengan target itu, warga Jakarta paling cepat bisa merasakan jalur bawah tanah baru ini sekitar satu setengah tahun ke depan, setidaknya untuk segmen awalnya.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma