Kesehatan

3.300 Peserta Ramaikan Senam Ling Tien Kung di Alun-Alun Ponorogo, Lansia Ikut Unjuk Ketahanan

12
×

3.300 Peserta Ramaikan Senam Ling Tien Kung di Alun-Alun Ponorogo, Lansia Ikut Unjuk Ketahanan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan warga Ponorogo memenuhi Alun-Alun Ponorogo dalam gelaran senam kesehatan Ling Tien Kung, Minggu (10/5/2026). Tercatat sekitar 3.300 peserta hadir, termasuk kalangan lanjut usia yang tetap mengikuti setiap gerakan tanpa menyerah.

“Banyak peserta yang usianya sudah tidak lagi muda, tetapi masih mampu mengikuti setiap gerakan. Ketahanan tubuh yang luar biasa,” kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, yang turut bersenam bersama para peserta.

Dari Belasan Anggota ke 3.000 Lebih Peserta dalam Dua Tahun

Ling Tien Kung berdiri di Ponorogo pada akhir 2023. Awalnya hanya belasan orang yang bergabung. Setahun kemudian, komunitas ini sudah memiliki sekitar 1.500 anggota aktif dengan belasan sasana yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kini, ribuan orang hadir dalam satu gelaran senam.

“Pagi ini ada 3.000 lebih yang ikut senam,” ujar Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis.

Bunda Lis sendiri merasakan langsung bahwa gerakan-gerakan yang terlihat pelan itu ternyata cukup menguras tenaga. Menurutnya, Ling Tien Kung turut berperan membangun kesadaran warga Ponorogo soal kesehatan.

“Ling Tien Kung turut berperan membangun kesadaran masyarakat Ponorogo tentang kesehatan,” ucapnya.

Apa Itu Ling Tien Kung, Metode yang Disebut Terapi Berbagai Penyakit

Ling Tien Kung, yang juga dikenal sebagai Ilmu Titik Nol, merupakan metode terapi olah tubuh. Fokusnya pada pembangkitan energi internal, aktivasi organ tubuh yang kurang aktif, serta menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Gerakannya sederhana: jinjit, teknik menahan otot tubuh, dan latihan pernapasan serta konsentrasi. Justru dari kesederhanaan itu, metode ini diyakini membantu meningkatkan stamina hingga menjadi terapi untuk beragam penyakit.

Lisdyarita merupakan bupati perempuan pertama dalam sejarah Ponorogo. Antusiasme ribuan warga terhadap senam Ling Tien Kung di alun-alun kota pada Minggu pagi itu menjadi gambaran bagaimana komunitas kesehatan berbasis gerakan tradisional terus tumbuh di kabupaten ini.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma