Berita

Cicilan Rp 1 Juta Sebulan, Buruh Pabrik Rokok Brebes Ini Akhirnya Punya Rumah Sendiri

9
×

Cicilan Rp 1 Juta Sebulan, Buruh Pabrik Rokok Brebes Ini Akhirnya Punya Rumah Sendiri

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rumah subsidi seharga Rp 166 juta kini bisa dijangkau buruh pabrik bergaji Rp 2,4 juta per bulan. Itulah kenyataan yang dialami Nur Atikah, seorang ibu tunggal yang bekerja di pabrik rokok di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Nur Atikah kini menempati rumah tipe 30/60 di Perumahan Grand Amartha, Kelurahan Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Brebes. Ia membelinya lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), program subsidi pemerintah yang memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah dengan cicilan ringan. Setiap bulan, Atikah mengangsur Rp 1 juta selama 20 tahun, yang ia potong dari gajinya. Sisanya, sekitar Rp 1,4 juta, ia gunakan untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya.

Single Parent, Gaji Pas-pasan, Tapi Tetap Punya Rumah

Bagi Atikah, cicilan Rp 1 juta bukan angka kecil. Keputusan itu ia buat penuh pertimbangan, karena ia sadar tidak akan selamanya bisa menyewa atau menumpang. Rumah bukan sekadar bangunan baginya. Itu tempat aman untuk pulang setelah shift panjang di pabrik, sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anaknya.

Jarak dari rumahnya ke pabrik rokok tempat ia bekerja bisa ditempuh sekitar 20 menit. Dekat. Itu salah satu alasan ia memilih perumahan ini.

Sabtu (9/5/2026) siang, Atikah menyambut kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di rumahnya. Kunjungan itu bertujuan melihat langsung bagaimana program FLPP dirasakan oleh warga penerima manfaat.

Di hadapan dua pejabat tersebut, Atikah bercerita soal kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Tidak ada keluhan soal banjir, jalan rusak, atau fasilitas yang tidak berfungsi.

“Alhamdulillah di sini aman, tidak pernah banjir. Kondisinya juga jalannya bagus,” kata Atikah.

116 Unit di Lahan 13,5 Hektare, Dilengkapi Fasilitas Dasar

Perumahan Grand Amartha dikembangkan oleh PT Anugrah Jaya Land di atas lahan seluas sekitar 13,5 hektare dengan total 116 unit rumah. Harga per unit dipasarkan sekitar Rp 166 juta untuk tipe 30/60.

Fasilitas yang tersedia meliputi listrik PLN 1.300 watt, air dari sumur artetis, jalan utama beton selebar tujuh meter, drainase, taman bermain, serta joglo sebagai ruang interaksi warga. Lokasinya disebut berdekatan dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat Kota Brebes, dan Mall Pelayanan Publik.

FLPP sendiri merupakan program pembiayaan perumahan bersubsidi yang dikelola pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses kepemilikan rumah pertama dengan bunga ringan dan tenor panjang. Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mengejar target penyediaan hunian layak bagi kelompok pekerja informal dan buruh.

Kunjungan Menteri Maruarar Sirait ke Brebes menjadi bagian dari pemantauan lapangan atas realisasi program perumahan subsidi di berbagai daerah. Brebes, sebagai salah satu kabupaten dengan populasi besar di Jawa Tengah, menjadi lokasi yang relevan untuk menilai sejauh mana program ini menyentuh kelompok paling membutuhkan.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma