Teras News — Tiga pendaki ditemukan tewas dalam operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIT. Satu korban merupakan WNI, dua lainnya warga negara Singapura.
Potongan tubuh ketiga korban ditemukan tim pencari di tengah kondisi lapangan yang berat, termasuk hujan debu yang sempat menghambat operasi. Badan SAR Nasional (Basarnas) juga berhasil mengevakuasi 17 pendaki yang sempat hilang sejak erupsi berlangsung pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIB.
Erupsi Saat Pendakian Pagi, 20 Orang Terjebak
Letusan Gunung Dukono menerjang ketika sejumlah pendaki tengah melakukan pendakian pagi. Mereka tidak sempat turun sebelum abu dan material vulkanik meluncur. Total 20 orang tercatat hilang kontak pasca erupsi, terdiri dari warga negara Indonesia dan warga negara Singapura.
Baca Juga:
Gunung Dukono sebenarnya sudah dalam status bahaya sejak jauh hari. Pihak berwenang telah mengeluarkan larangan pendakian karena alasan keselamatan, menyusul aktivitas vulkanik yang intens. Gunung ini tercatat meletus lebih dari 200 kali sejak Maret tahun lalu.
Singapura Koordinasikan Identifikasi Dua Jenazah WN-nya
Kementerian Luar Negeri Singapura mengonfirmasi dua warganya masuk dalam daftar korban jiwa. Proses identifikasi resmi masih berlangsung dengan melibatkan Kedutaan Besar Singapura di Indonesia bersama otoritas setempat di Tobelo, Maluku Utara.
“Kedutaan Besar bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia di Tobelo, Maluku Utara untuk mengidentifikasi resmi kedua jenazah tersebut. Kementerian Luar Negeri terus menjalin kontak erat dengan keluarga untuk memfasilitasi identifikasi dan akan terus memberikan bantuan konsuler,” kata juru bicara Kemenlu Singapura dalam pernyataan tertulis.
Singapura juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim SAR Indonesia dalam menyelamatkan warga negara mereka.
17 Pendaki yang Berhasil Dievakuasi Selamat
Dari 17 orang yang dievakuasi hidup-hidup, tujuh di antaranya warga negara Singapura: Toh Yu Ming Eugene (laki-laki, 30 tahun), Ong Shilin Selene (perempuan, 37 tahun), Phoebe Low Pei Qi (perempuan, 33 tahun), Iris (perempuan, 31 tahun), Venessa Lee (perempuan, 30 tahun), Geraldine Lee (perempuan, 30 tahun), dan Shan De (perempuan, 28 tahun).
Sepuluh pendaki WNI yang selamat adalah Hairudin Doro (26 tahun, asal Loloda Baja), Battiar Bahdar (24 tahun, Kel. Gambesi Ternate Selatan), Yusrin Latif (23 tahun, Kel. Gambesi Ternate Selatan), Ahmad Asmar (22 tahun, Kel. BTN Pohon Pala Kota Ternate), Sahrul Asim (26 tahun, Bastiong), Riska Miska Isbar (29 tahun), Fiki Nafila (27 tahun), Sudin Juanga (45 tahun, Desa Mamuya Kec. Galela), Jailan Ayub (45 tahun, Bastiong), dan Reza Selang (35 tahun, Koloncucu Kec. Ternate Utara).
Operasi SAR masih berlanjut hingga Minggu (10/5/2026). Kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Dukono terus dipantau untuk memastikan keselamatan tim di lapangan.
Editor: Arif Budiman