Teras News — Lebih dari 2.000 unit. Itulah jumlah produksi Maung yang diklaim telah rampung hingga kini, dan kendaraan taktis (rantis) buatan Indonesia ini baru saja menorehkan debut internasionalnya di panggung yang tidak kecil.
Presiden Prabowo Subianto menggunakan Maung secara langsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina. Bukan dipajang di stan pameran, bukan sekadar dipromosikan lewat brosur, melainkan dipakai sungguhan di hadapan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara.
Nama Harimau dari Tanah Sunda
Maung berarti harimau dalam bahasa Sunda. Nama itu bukan sekadar identitas, karena rantis ini memang dirancang untuk medan tempur dan misi kombatan dengan fitur serta spesifikasi yang sesuai kebutuhan militer.
Baca Juga:
Seiring bertambahnya unit yang diproduksi, Maung kemudian hadir dalam versi sipil. Versi inilah yang kerap menemani Presiden Prabowo menjalani berbagai agenda di dalam negeri, dan kini tampil di hadapan dunia lewat momen KTT ASEAN.
Debut Luar Negeri yang Bukan Sekadar Seremonial
Penampilan Maung di Cebu bukan agenda pameran biasa. Rantis itu beroperasi aktif mendampingi kepala negara Indonesia dalam forum multilateral bergengsi, yang dihadiri para pemimpin dari seluruh kawasan Asia Tenggara.
Ini pertama kalinya Maung digunakan di luar wilayah Indonesia dalam kapasitas resmi kenegaraan. Sebelumnya, kendaraan ini lebih banyak dikenal publik lewat penampilannya di agenda-agenda domestik Presiden Prabowo.
Laporan mengenai debut internasional Maung ini dipublikasikan oleh Antara.
Editor: Arif Budiman