Berita

Prabowo Janjikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Tinjau Fasilitas Rp 15,8 Miliar di Gorontalo

7
×

Prabowo Janjikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Tinjau Fasilitas Rp 15,8 Miliar di Gorontalo

Sebarkan artikel ini

Teras News — 1.386 — itu jumlah Kampung Nelayan Merah Putih yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto rampung dibangun sepanjang 2026, disusul 1.000 unit setiap tahun berikutnya. Janji itu disampaikan langsung saat Prabowo meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) Leato Selatan di Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Presiden tiba pukul 14.30 WITA, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Begitu turun, Prabowo langsung memeriksa dua fasilitas utama yang sudah beroperasi: ruang pendingin dan pabrik es batu. Setelah itu, ia menyalami para nelayan yang diundang hadir.

Kampung Nelayan Leato Selatan Dibangun di Lahan 3.895 Meter Persegi

KMNP Leato Selatan merupakan bagian dari program Tahap I Tahun 2025 yang diselesaikan pada 31 Desember 2025. Kawasan ini berdiri di atas lahan seluas 3.895 meter persegi dengan biaya pembangunan Rp 15,8 miliar.

Program ini dirancang sebagai pusat ekonomi nelayan yang terintegrasi — menggabungkan fasilitas produksi, penanganan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir dalam satu kawasan terpadu. Saat ini, KMNP Leato Selatan mencakup 835 kepala keluarga, dengan 612 orang tercatat sebagai nelayan aktif dan didukung 214 unit kapal perikanan. Komoditas utama yang menjadi andalan kawasan ini adalah ikan selar, cakalang, dan tuna.

Prabowo: Penghasilan Nelayan Harus Bertambah

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut sektor perikanan bukan sekadar mata pencaharian, melainkan bagian vital dari ketahanan pangan bangsa.

“Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia. Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik, ya. Penghasilannya harus tambah karena para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa kita,” kata Prabowo di hadapan para nelayan Gorontalo.

Prabowo juga menyinggung konsep yang kini menjadi kerangka kebijakan pemerintahannya di sektor maritim: Blue Ocean Economy atau Ekonomi Laut Biru. Konsep ini merujuk pada pendekatan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga ekosistem laut tetap sehat.

“Karena itu pemerintah yang saya pimpin kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah Ekonomi Biru, Ekonomi Laut Biru, The Blue Ocean Economy. Blue Ocean Economy ini adalah sangat penting,” tegasnya.

Kunjungan ke Gorontalo Setelah KTT ASEAN di Cebu

Kunjungan ke Gorontalo dilakukan Prabowo setelah serangkaian agenda luar negeri. Ia mengungkapkan baru saja mengunjungi Pulau Miangas, pulau terluar Indonesia di utara Sulawesi, serta menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina.

Target 1.386 kampung nelayan tahun ini bukan angka kecil. Dengan rerata biaya pembangunan seperti di Leato Selatan, skala program ini mencerminkan komitmen anggaran yang substansial dari pemerintah pusat untuk sektor pesisir. Pemerintah menetapkan target berlanjut: 1.000 kampung nelayan per tahun setelah 2026.

Gorontalo sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan tuna dan cakalang di kawasan Teluk Tomini. Keberadaan fasilitas penyimpanan dingin dan pabrik es di KMNP Leato Selatan diharapkan memperpanjang rantai distribusi ikan segar dari tangkapan nelayan lokal hingga ke pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Ratna Dewi