Teras News — Petani padi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini bisa menikmati layanan penyemprotan pupuk menggunakan drone pertanian secara gratis sejak awal Mei 2026. Dalam waktu kurang dari satu jam, satu unit pesawat tanpa awak itu mampu menyemprot lahan seluas lima hektare.
Luciano Satrio Himawan Afianto, operator drone dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, adalah satu dari sedikit pegawai yang kini punya tugas di luar kantor — langsung di tengah hamparan sawah. Setiap pagi, ia bergiliran melayani kelompok tani yang sudah mendaftar untuk mendapat layanan ini.
“Kapasitas drone pertanian ini mampu mengangkut 40 liter pupuk cair untuk disemprotkan, dan per lima hektare hanya butuh waktu sekitar satu jam,” kata Luciano.
Baca Juga:
21 Kelompok Tani Sudah Daftar dalam Sepekan
Antusiasme petani terlihat dari angka pendaftaran. Hanya dalam sepekan sejak program berjalan, tercatat 21 kelompok tani telah mendaftar untuk memanfaatkan layanan drone pemupukan tersebut. Mereka tersebar di 17 kecamatan yang ada di wilayah Situbondo.
Namun ada syarat yang harus dipenuhi. Kelompok tani wajib mengkoordinir petani dengan total luas lahan minimal lima hektare. Lokasi sawah juga harus bisa diakses kendaraan pikap pengangkut drone, dan berada dekat sumber air. Pupuk atau pestisida yang akan disemprotkan bisa berasal dari Dispertangan atau milik petani sendiri.
Dispertangan Situbondo saat ini baru memiliki satu unit drone pertanian. Dengan jumlah kelompok tani yang terus bertambah, jadwal penyemprotan pun diatur bergiliran agar semua kelompok bisa terlayani.
Penyemprotan Manual Butuh Waktu Jauh Lebih Lama
Sebelum ada teknologi ini, petani biasanya menyemprot pupuk cair atau pestisida secara manual menggunakan tangki gendong. Untuk lahan lima hektare, pekerjaan itu bisa menyita waktu seharian penuh dan membutuhkan beberapa tenaga kerja sekaligus. Drone memangkas itu menjadi tidak sampai satu jam oleh satu orang operator.
Efisiensi waktu dan tenaga inilah yang membuat layanan gratis dari Pemkab Situbondo ini disambut baik oleh petani lokal, yang selama ini bergantung pada cara-cara konvensional untuk merawat tanaman padi mereka.
Dengan satu unit drone dan puluhan kelompok tani yang mengantre, Dispertangan Situbondo menghadapi tantangan pemerataan layanan ke seluruh kecamatan. Sejauh mana program ini bisa menjangkau lebih banyak petani akan bergantung pada penambahan armada drone di waktu mendatang.
Editor: Arif Budiman