Teras News — Rabu (6/5/2026), Auditorium Universitas Jember (UNEJ) menjadi saksi pelantikan 43 dokter baru dalam Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Program Pendidikan Profesi Dokter Periode Februari 2026. Puluhan dokter muda itu resmi menyelesaikan pendidikan profesi dan siap diterjunkan ke masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
43 Dokter Baru UNEJ Resmi Disumpah dalam Satu Prosesi
Prosesi pengambilan sumpah dokter di UNEJ pada Rabu pagi itu berlangsung dalam satu sesi serentak. Ke-43 peserta merupakan lulusan Program Pendidikan Profesi Dokter yang telah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan klinik. Gelar dokter secara resmi mereka sandang sejak sumpah diucapkan di hadapan pimpinan universitas.
Pengambilan sumpah dokter merupakan tahap akhir yang wajib dilalui setiap calon dokter sebelum berhak berpraktik. Prosesi ini diatur dalam regulasi pendidikan kedokteran Indonesia, di mana seorang sarjana kedokteran baru dapat menjalankan profesinya secara legal setelah resmi disumpah oleh institusi pendidikan yang berwenang.
Baca Juga:
Diarahkan Mengabdi ke Wilayah yang Kekurangan Tenaga Medis
Para dokter baru itu tidak sekadar menerima gelar. Mereka didorong untuk mengabdi di daerah pedesaan dan wilayah terpencil, kawasan yang selama ini masih kekurangan tenaga medis. Penugasan ke daerah-daerah tersebut menjadi bagian dari orientasi pengabdian yang ditanamkan sejak awal kepada para lulusan.
Kebutuhan dokter di wilayah terpencil Indonesia masih jauh dari terpenuhi. Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) yang dikelola Kementerian Kesehatan secara rutin menempatkan dokter-dokter baru dari berbagai fakultas kedokteran ke puskesmas dan rumah sakit di daerah-daerah yang kekurangan tenaga kesehatan. Lulusan dari perguruan tinggi di luar Jawa maupun dari UNEJ umumnya turut masuk dalam skema penempatan tersebut.
Pelantikan periode Februari 2026 ini memperkuat jumlah tenaga dokter yang siap bertugas di lapangan. Dengan 43 dokter baru dari UNEJ saja, jalur pengisian kebutuhan medis di daerah terus berjalan, meski distribusi tenaga kesehatan yang merata masih menjadi tantangan jangka panjang di tingkat nasional.
Editor: Surya Dharma