Berita

Stok Beras di Sumut Aman 5 Bulan, Bulog Simpan 63.000 Ton di Gudang

14
×

Stok Beras di Sumut Aman 5 Bulan, Bulog Simpan 63.000 Ton di Gudang

Sebarkan artikel ini

Teras News — Warga Sumatera Utara tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras dalam waktu dekat. Gudang Bulog Sumatera Utara saat ini menyimpan 63.000 ton beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima bulan ke depan.

Kepastian itu muncul setelah anggota DPR RI meninjau langsung fasilitas penyimpanan Bulog Sumut, Senin. Peninjauan dipimpin Anggota DPR RI Komisi XII Ade Jona Prasetyo, didampingi Anggota DPR RI Husni, Wakil Ketua DPRD Sumut Ikhwan Ritonga, dan Anggota DPRD Sumut Beni Harianto Sihotang.

63.000 Ton Beras dan 4,6 Juta Liter Minyakita Tersimpan di Gudang

Dua komoditas utama yang dicek dalam kunjungan ini adalah beras dan Minyakita. Ade Jona menyebut stok Minyakita yang tersimpan di gudang Bulog Sumut mencapai 4,6 juta liter, dan kondisinya dinilai aman untuk kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Pemeriksaan itu juga bertujuan untuk memastikan bahan pangan tersebut aman, sehingga tidak terjadi kekurangan di setiap wilayah,” kata Ade Jona.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto menambahkan bahwa cadangan beras yang ada saat ini cukup kuat. Budi juga memastikan stok bisa diperkuat sewaktu-waktu jika dibutuhkan.

“Stok beras di gudang sebanyak 63.000 ton tersebut cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut. Tambahan beras juga dapat diminta dari pusat untuk memperkuat cadangan pangan,” ujar Budi.

Antisipasi El Nino dan Penyerapan Gabah Petani Lokal

Peninjauan ini bukan sekadar rutinitas. DPR menyebut kunjungan ini juga bertujuan mengantisipasi dampak El Nino, fenomena iklim yang berpotensi mengganggu produksi padi dan memperketat pasokan beras di berbagai daerah.

Budi menjelaskan, stok yang tersimpan di gudang Bulog Sumut turut diperkuat oleh penyerapan gabah kering panen (GKP) langsung dari petani di Sumatera Utara. Langkah ini membantu menjaga cadangan tetap terisi tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Pemerintah, menurut Budi, saat ini sangat fokus pada penyediaan bahan pangan guna menekan harga di pasar. Dengan stok yang terjaga, diharapkan harga beras dan minyak goreng bersubsidi di tingkat konsumen tidak mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat.

Kondisi stok pangan di Sumut yang terpantau aman ini menjadi salah satu gambaran upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan di luar Pulau Jawa, di tengah kekhawatiran dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian nasional.

Penulis: Dian Permata
Editor: Surya Dharma