Berita

38 Provinsi Punya Anjungan di TMII, Fadli Zon Dorong Revitalisasi agar Tak Sekadar Pajangan

16
×

38 Provinsi Punya Anjungan di TMII, Fadli Zon Dorong Revitalisasi agar Tak Sekadar Pajangan

Sebarkan artikel ini

Teras News — 38 provinsi. Sebanyak itulah daerah yang kini memiliki anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Namun Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengingatkan bahwa memiliki anjungan saja tidak cukup — pengelolaan yang buruk justru bisa mencoreng citra daerah di mata nasional.

Fadli menyampaikan pernyataan itu dalam acara Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026, Jumat, di kompleks TMII. Ia secara tegas mendorong revitalisasi anjungan daerah agar fungsinya tidak mandek sebagai bangunan adat yang diam, melainkan hidup sebagai ruang budaya yang aktif dan relevan.

Anjungan Dinilai sebagai Cermin Kualitas Daerah

“Anjungan ini adalah etalase daerah. Orang melihat kualitas sebuah daerah dari bagaimana anjungan itu dikelola,” kata Fadli.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Bagi warga yang datang dari luar Jakarta, atau turis asing yang memilih TMII sebagai destinasi pertama memahami Indonesia, anjungan adalah kesan pertama terhadap suatu provinsi. Jika anjungan kusam, koleksinya usang, dan tidak ada aktivitas di dalamnya, gambaran yang tertangkap pun bisa keliru.

Fadli menekankan bahwa penilaian dalam TMII Awards dilakukan secara menyeluruh. “Penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek pemeliharaan, hingga tata pamer yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah,” ucapnya.

Lebih dari Rumah Adat: Sanggar, Kuliner, hingga Merchandise Daerah

Banyak pengunjung yang belum tahu bahwa anjungan daerah di TMII tidak hanya memajang replika rumah adat. Di dalamnya, sejumlah anjungan aktif menyelenggarakan pertunjukan tari, teater, pengenalan kuliner, hingga penjualan produk kreatif lokal.

“Di dalam anjungan itu ada sanggar seni, aktivitas budaya, kuliner, hingga merchandise khas daerah. Ini menjadi wajah dari masing-masing provinsi,” jelas Fadli.

Bagi warga biasa, terutama keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada keragaman budaya Indonesia tanpa harus terbang ke berbagai pelosok negeri, anjungan yang hidup dan terawat jelas berbeda manfaatnya dibanding yang sekadar ada.

TMII Berpotensi Jadi Kawasan Cagar Budaya

Usia TMII kini melampaui 50 tahun. Fakta itu membuka peluang tersendiri: Fadli menyebut potensi kawasan ini untuk ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, mengingat kekayaan yang ada di dalamnya, termasuk sekitar 18 museum yang tersebar di kompleks tersebut.

Penetapan sebagai cagar budaya akan memperkuat perlindungan hukum terhadap aset-aset fisik TMII sekaligus mendorong pemeliharaan yang lebih serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

Kemenbud juga mendorong kolaborasi agar pemerintah provinsi tidak hanya menitipkan bangunan di TMII, tetapi aktif mengoptimalkan anjungan sebagai sarana promosi budaya dan penguatan identitas lokal di tingkat nasional. Generasi muda disebut sebagai sasaran utama yang perlu dijangkau melalui program-program yang inovatif di setiap anjungan.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman