Teras News — Investor yang bermain di pasar saham Indonesia harus menahan napas ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir mendekati level 7.000 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Tekanan jual masih mendominasi, membuat hampir seluruh sektor saham berakhir di zona merah.
IHSG menunjukkan pelemahan signifikan di penghujung sesi I. Mayoritas sektor kompak melemah, mencerminkan sentimen negatif yang merata di lantai Bursa Efek Indonesia.
Level 7.000 Jadi Penjaga Psikologis Pasar
Angka 7.000 bukan sekadar angka biasa bagi pelaku pasar. Level itu kerap dijadikan batas psikologis yang menjadi acuan kepercayaan investor terhadap kondisi pasar saham domestik. Ketika indeks mendekati atau menembus ke bawah level tersebut, tekanan biasanya makin terasa karena memicu aksi jual lanjutan dari investor ritel maupun institusional.
Baca Juga:
Pelemahan yang terjadi pada sesi I ini melanjutkan tren tekanan yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir di pasar modal Indonesia. Ketidakpastian global, termasuk dinamika suku bunga dan kondisi geopolitik, terus menjadi beban bagi bursa-bursa di kawasan Asia, termasuk Jakarta.
Mayoritas Sektor Saham Kompak Tertekan
Tidak ada sektor yang benar-benar mampu melawan arus pada sesi pertama ini. Hampir semua kelompok industri mencatat pelemahan, membuat warna merah mendominasi papan perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Kondisi ini tentu membuat para investor, terutama mereka yang baru masuk pasar, perlu ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan. Aksi wait and see tampaknya masih menjadi pilihan banyak pelaku pasar sambil menunggu sentimen yang lebih positif.
Perdagangan sesi II akan menjadi penentu apakah IHSG mampu bertahan di atas 7.000 atau justru melorot lebih dalam hingga penutupan akhir hari.
Editor: Ratna Dewi