Berita

Rekap Reshuffle Kabinet: Siapa Presiden Indonesia yang Paling Sering Merombak Menteri?

9
×

Rekap Reshuffle Kabinet: Siapa Presiden Indonesia yang Paling Sering Merombak Menteri?

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sepanjang sejarah pemerintahan Indonesia, reshuffle kabinet menjadi praktik yang hampir selalu dilakukan setiap presiden, dengan frekuensi yang berbeda-beda tergantung tekanan politik dan tuntutan kinerja yang dihadapi.

Reshuffle kabinet adalah penggantian atau perombakan susunan menteri dalam kabinet pemerintahan. Langkah ini sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden dan bisa dilakukan kapan saja selama masa pemerintahan berlangsung.

Soekarno: Puluhan Kali Merombak Kabinet di Era Demokrasi Terpimpin

Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tercatat sebagai pemimpin yang paling sering melakukan perombakan kabinet. Kondisi politik yang bergolak di era Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin memaksa Soekarno kerap mengganti susunan menterinya untuk menjaga stabilitas pemerintahan di tengah persaingan partai-partai besar kala itu.

Soeharto dan Kabinet Pembangunan yang Berganti Tujuh Kali

Soeharto memerintah selama 32 tahun. Dalam rentang waktu itu, ia membentuk tujuh kabinet yang diberi nama Kabinet Pembangunan I hingga VII. Meski secara nominal jumlah kabinet lebih sedikit dibanding Soekarno, pergantian berlangsung setiap lima tahun mengikuti siklus masa jabatan, dengan penyesuaian komposisi menteri di setiap periode.

Era Reformasi: Reshuffle Lebih Terbuka dan Lebih Sering Disorot Publik

Memasuki era reformasi, praktik reshuffle berubah warna. Pergantian menteri tidak lagi hanya urusan internal istana, melainkan menjadi peristiwa yang diikuti publik secara langsung. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melakukan reshuffle beberapa kali dalam masa pemerintahan yang singkat, sekitar dua tahun, karena tekanan koalisi yang terus berubah di parlemen.

Megawati Soekarnoputri relatif lebih stabil. Kabinet Gotong Royong yang dibentuknya pada 2001 hanya mengalami sedikit perubahan hingga masa jabatannya berakhir pada 2004.

SBY Reshuffle 4 Kali dalam Dua Periode

Susilo Bambang Yudhoyono, yang menjabat dua periode (2004-2014), melakukan reshuffle sebanyak empat kali. Dua kali di periode pertama dengan Kabinet Indonesia Bersatu, dan dua kali lagi di periode kedua. Perombakan umumnya dipicu oleh kasus hukum yang menjerat kader partai koalisi atau evaluasi kinerja menteri yang dinilai tidak memuaskan.

Jokowi: Reshuffle Terbanyak di Era Modern

Joko Widodo tercatat sebagai presiden dengan frekuensi reshuffle tertinggi di era reformasi. Selama dua periode pemerintahannya (2014-2024), Jokowi melakukan reshuffle kabinet lebih dari enam kali. Sejumlah pos kementerian berganti wajah lebih dari satu kali dalam satu periode, mulai dari Menteri ESDM, Menteri Perdagangan, hingga posisi-posisi koordinator.

Perombakan kabinet yang kerap terjadi berdampak langsung pada kesinambungan program pemerintah. Setiap kali menteri baru dilantik, biasanya ada masa adaptasi yang memakan waktu, dan program prioritas kementerian berpotensi mengalami pergeseran atau penundaan. Bagi masyarakat yang menggantungkan harapan pada program-program kementerian tertentu, pergantian pucuk pimpinan ini bukan sekadar berita seremonial di televisi.

Dengan pemerintahan Prabowo Subianto yang baru berjalan, publik menunggu apakah tradisi reshuffle yang sudah mengakar ini akan berlanjut atau justru Kabinet Merah Putih akan berjalan lebih stabil hingga akhir periode.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman