Teras News — Dua titik permukiman di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu kerap tergenang setiap kali hujan deras turun. Untuk menuntaskan masalah itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu membangun saluran drainase bawah tanah sepanjang 40 meter beserta bak sumur resapan di RT 01/RW 02 dan RT 01/RW 05.
Proyek ini bukan inisiatif sepihak pemerintah. Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab, menjelaskan bahwa pengerjaan merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi yang diajukan warga karena wilayah tersebut memang rawan tergenang ketika curah hujan tinggi.
“Pembangunan ini dilakukan di RT 01/RW 02 dan RT 01/RW 05 sebagai upaya mengatasi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras,” kata Mustajab di Jakarta, Senin (28/4).
Baca Juga:
Pipa Paralon 4 Inci Hubungkan Bak Sumur Resapan
Sebanyak 11 personel diturunkan untuk mengerjakan proyek ini secara manual, mulai dari penggalian tanah hingga pemasangan instalasi pipa. Setiap bak sumur resapan berukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman 50 cm. Antar bak dihubungkan menggunakan pipa paralon berdiameter empat inci agar aliran air di bawah permukaan tetap lancar. Setelah instalasi selesai, bak akan ditutup pelat.
Pengerjaan sudah dimulai sejak 20 April. Mustajab menargetkan proyek rampung pada pekan depan.
“Pengerjaan sudah dimulai sejak 20 April dan ditargetkan selesai pada pekan depan,” ujarnya.
Pulau Panggang: Lahan Sempit, Drainase Jadi Solusi Bawah Tanah
Pulau Panggang termasuk salah satu pulau berpenduduk padat di Kepulauan Seribu. Lahan permukiman yang terbatas membuat pembangunan saluran air permukaan sulit dilakukan tanpa mengorbankan ruang gerak warga. Sistem drainase bawah tanah dengan sumur resapan dipilih karena lebih efisien secara ruang dan langsung menyerap limpasan air ke dalam tanah sebelum sempat menggenang.
Mustajab berharap kehadiran infrastruktur ini dapat mengurangi limpasan air sekaligus meminimalkan genangan di kawasan permukiman. Jika target pekan depan tercapai, warga di dua RT tersebut tidak perlu lagi khawatir setiap kali langit di atas kepulauan mulai mendung.
Editor: Surya Dharma