Internasional

Pesawat Frontier Airlines Tabrak Pejalan Kaki di Landasan Denver, 12 Penumpang Cedera

11
×

Pesawat Frontier Airlines Tabrak Pejalan Kaki di Landasan Denver, 12 Penumpang Cedera

Sebarkan artikel ini

Teras News — Seorang pejalan kaki tewas seketika setelah ditabrak pesawat Frontier Airlines yang tengah lepas landas di Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat, Jumat (8/5) malam pukul 23:19 waktu setempat. Penerbangan 4345 rute Denver–Los Angeles itu membawa 224 penumpang dan 7 awak saat insiden terjadi.

“Asap dilaporkan terlihat di dalam kabin dan pilot membatalkan lepas landas. Penumpang kemudian dievakuasi dengan aman melalui seluncuran sebagai tindakan pencegahan,” kata Frontier Airlines dalam pernyataan resminya.

Pejalan Kaki Lompati Pagar, Ditabrak Dua Menit Kemudian

Orang tersebut melompati pagar pembatas dan menyeberangi landasan pacu. Dua menit kemudian, pesawat Airbus A321 yang sedang berakselerasi untuk lepas landas menghantamnya. Identitas korban belum diketahui, namun pihak bandara menyatakan korban diyakini bukan karyawan bandara.

Tabrakan itu memicu kebakaran singkat pada mesin pesawat. Departemen Pemadam Kebakaran Denver memadamkan api tersebut tidak lama setelah kejadian, seperti dikonfirmasi pihak bandara dalam pernyataan pada Sabtu (9/5) pagi waktu setempat.

12 Orang Cedera, 5 Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebanyak 12 penumpang mengalami cedera ringan akibat insiden ini. Lima di antaranya dibawa ke rumah sakit setempat. Tim darurat langsung bergerak ke lokasi dan memindahkan seluruh penumpang ke terminal bandara.

Salah satu penumpang, Jose Cervantes, mengisahkan momen mencekam yang ia alami dari dalam kabin. Saat pesawat baru saja mulai mendongak naik, suara keras menggelegar tiba-tiba terdengar.

“Saya melihat ke kanan, dan saya melihat sayap kanan terbakar dan seperti meledak,” kata Cervantes kepada KCNC, stasiun afiliasi CNN di Denver. “Pesawat mendarat kembali, dan mereka seperti berputar ke samping, lalu berhenti, langsung mematikan mesin, dan kemudian kabin mulai dipenuhi asap.”

Cervantes mengaku sempat menyangka dirinya tidak akan selamat. “Saya pikir saya akan terbakar sampai mati. Ketika saya melihat api dan asap, saya langsung berpikir saya akan terbakar,” ujarnya. Ibunya termasuk dalam daftar penumpang yang cedera. Wanita itu meluncur melalui perosotan evakuasi dan lututnya membentur lantai keras, meski tidak sampai patah tulang.

Penumpang Pilih Sewa Mobil 8 Jam Ketimbang Terbang Lagi

Guncangan psikologis tak hanya dirasakan Cervantes. John Anthens, 56 tahun, bersama putranya yang berusia 30 tahun memilih membatalkan penerbangan pulang mereka ke Nebraska dan menyewa mobil untuk perjalanan darat selama delapan jam.

“Saya melihat percikan kecil, dan kemudian saya melihat dan mendengar ledakan besar, seperti bom meledak,” kata Anthens kepada CNN International saat menggambarkan momen mesin pesawat meledak di depan matanya.

Sebagian besar penumpang penerbangan 4345 sudah meninggalkan Bandara Internasional Denver pada Sabtu pagi menggunakan penerbangan Frontier pengganti, menurut keterangan pihak bandara. Penerbangan itu semula dijadwalkan berangkat pukul 22:39 waktu setempat, atau 40 menit sebelum insiden terjadi.

Otoritas bandara dan maskapai masih mendalami kronologi lengkap kejadian ini. Investigasi resmi terhadap insiden penerbangan di Amerika Serikat umumnya melibatkan National Transportation Safety Board (NTSB), lembaga independen federal yang berwenang menyelidiki kecelakaan transportasi. Belum ada pernyataan resmi dari NTSB terkait keterlibatan mereka dalam kasus ini.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi