Berita

Tabungan Warga RI Naik ke 18,2 Persen, Keyakinan Konsumen Capai 123 di April 2026

9
×

Tabungan Warga RI Naik ke 18,2 Persen, Keyakinan Konsumen Capai 123 di April 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Warga Indonesia menyimpan lebih banyak uang di April 2026. Rasio tabungan terhadap pendapatan naik ke 18,2 persen, dari 17,6 persen pada Maret 2026, sementara porsi pendapatan yang dipakai untuk cicilan utang justru menyusut. Pergeseran ini terjadi bersamaan dengan naiknya keyakinan konsumen secara keseluruhan.

Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2026 mencapai 123, naik tipis dari 122,9 pada bulan sebelumnya. Survei ini melibatkan sekitar 4.600 rumah tangga sebagai responden di 18 kota besar Indonesia, mulai dari Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, hingga Ambon. Angka IKK di atas 100 menunjukkan bahwa mayoritas konsumen berada dalam kondisi optimis.

Belanja Turun, Tabungan Naik

Perubahan paling mencolok terlihat pada komposisi penggunaan pendapatan rumah tangga. Rata-rata proporsi pendapatan yang dipakai untuk konsumsi turun ke 72,1 persen dari 72,2 persen di bulan sebelumnya. Cicilan utang juga berkurang porsinya, dari 10,2 persen menjadi 9,7 persen.

Artinya, lebih sedikit rupiah yang keluar untuk belanja dan bayar cicilan, dan lebih banyak yang masuk ke tabungan. Kenaikan rasio tabungan terlihat pada segmen penghasilan Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta per bulan, dari 17,5 persen menjadi 18,3 persen, dan segmen Rp 4,1 juta sampai Rp 5 juta juga mencatat tren serupa.

Optimisme Ditopang Ketersediaan Lapangan Kerja

Kenaikan IKK April 2026 terutama didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik dari 115,4 menjadi 116,5. Dua komponen yang mendorong kenaikan ini adalah Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang naik ke 108,8 dari 107,8, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama yang melompat ke 112,6 dari 109,2.

“Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini,” tulis BI dalam laporan Survei Konsumen yang dipublikasikan Senin (11/5/2026).

Indeks Penghasilan Saat Ini masih bertengger di zona optimis, yakni 128,1, meski sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 129,2.

Ekspektasi ke Depan Sedikit Melemah

Di tengah optimisme soal kondisi saat ini, pandangan konsumen terhadap masa depan justru sedikit melunak. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun ke 129,6 dari 130,4 pada Maret 2026. Seluruh komponen pembentuknya ikut melemah.

Ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan turun ke 136,9 dari 137,7. Ekspektasi ketersediaan lapangan kerja ke depan menjadi 127,7 dari 128. Ekspektasi kegiatan usaha pun terkoreksi ke 124,1 dari 125,5. Meski turun, semua angka masih di atas 100, yang berarti konsumen secara umum masih lebih banyak yang optimis daripada pesimis soal kondisi ekonomi ke depan.

Survei Konsumen BI merupakan survei rutin bulanan yang sudah berjalan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007, survei ini menggunakan metode stratified random sampling dengan sekitar 4.600 rumah tangga responden yang tersebar di 18 kota besar, dari Sabang hingga Ambon. Indeks dihitung dengan metode balance score, di mana angka di atas 100 mencerminkan optimisme dan di bawah 100 mencerminkan pesimisme.

Dengan IKK yang stabil di atas 120 dan rasio tabungan yang terus naik, gambaran keuangan rumah tangga Indonesia pada awal kuartal kedua 2026 menunjukkan kehati-hatian sekaligus rasa percaya diri yang terjaga. Data BI bulan berikutnya akan menjadi penentu apakah tren ini berlanjut atau mulai berbalik.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi