Berita

53 Kawasan Transmigrasi Dibuka untuk Ekspedisi Patriot 2026, Pendaftaran Ditutup 21 Mei

14
×

53 Kawasan Transmigrasi Dibuka untuk Ekspedisi Patriot 2026, Pendaftaran Ditutup 21 Mei

Sebarkan artikel ini

Teras News — 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia — dari Aceh hingga Papua — menjadi tujuan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang kini membuka pendaftaran bagi lulusan perguruan tinggi mulai 1 hingga 21 Mei 2026. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi, program ini membawa perubahan nyata: para peserta tidak lagi sekadar meneliti, melainkan langsung turun tangan mendampingi dan memberdayakan warga setempat.

Dari Pemetaan ke Pendampingan Langsung Warga

Kementerian Transmigrasi mengubah arah program TEP tahun ini secara mendasar. Jika pada 2025 para peserta dikirim ke 154 wilayah transmigrasi dengan fokus riset dan pemetaan potensi ekonomi, tahun ini jumlah wilayah dipangkas menjadi 53 kawasan prioritas. Pengurangannya disengaja: dengan lokasi lebih sedikit, tiap tim diharapkan bisa bekerja lebih intensif dan meninggalkan dampak yang terasa.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan pergeseran itu secara langsung. “Jika sebelumnya (TEP) berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, kini diarahkan pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Orientasinya adalah aksi nyata di lapangan, termasuk menjawab kebutuhan dasar di kawasan transmigrasi,” kata Iftitah di Jakarta, Sabtu.

Artinya, warga di kawasan-kawasan itu tidak lagi hanya menjadi objek penelitian. Mereka akan mendapat pendampingan langsung dari para peserta yang dikirim selama program berlangsung.

Wilayah Tugas Tersebar dari Sumatera hingga Papua

Ke-53 kawasan yang masuk dalam program ini mencakup wilayah prioritas nasional di berbagai provinsi: Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Program ini juga menjangkau kawasan transmigrasi di Papua, serta dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi yakni Barelang di Kepulauan Riau dan Bahari Tomini Raya di Sulawesi Tengah.

Siapa yang Bisa Mendaftar?

Program TEP 2026 terbuka untuk lulusan minimal Diploma IV (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) dari semua perguruan tinggi di Indonesia. Satu syarat penting yang perlu diperhatikan calon peserta: pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui salah satu dari 10 perguruan tinggi mitra utama.

Kesepuluh perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin. Lulusan perguruan tinggi di luar daftar ini tidak bisa langsung mendaftar secara mandiri.

Pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi tep.transmigrasi.go.id dan hanya tersedia hingga 21 Mei 2026.

Bagi ribuan warga yang selama ini tinggal dan bekerja di kawasan transmigrasi, kehadiran peserta TEP dengan misi pemberdayaan langsung bisa berarti akses ke pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga solusi atas kebutuhan dasar yang selama ini belum terjawab.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma