Teras News — Sebanyak 213 paket seragam sekolah beserta alat tulis dan paket Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), ditambah 333 paket sembako, disalurkan kepada siswa dan warga di tiga sekolah dasar di Kecamatan Kalijambe, Sragen, pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu digelar bersama oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) Bidang 4 dan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DWP KESDM).
“Kami ingin kehadiran kami benar-benar memberi manfaat, terutama bagi siswa yang membutuhkan, sekaligus ikut menggerakkan UMKM lokal agar tumbuh,” kata Ketua Bidang 4 Seruni KMP, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, di sela kegiatan tersebut.
Tiga SD di Kawasan Sangiran Terima Ratusan Paket Bantuan
Distribusi bantuan menyasar SDN Ngebung 1, SDN Bukuran 1, dan SDN Bukuran 2, semuanya berada di Kecamatan Kalijambe. Rinciannya: SDN Ngebung 1 menerima 81 paket seragam, alat tulis, dan Gemarikan, plus 133 paket sembako. SDN Bukuran 1 mendapat 89 paket serupa dan 100 paket sembako. SDN Bukuran 2 menerima 43 paket serupa dan 100 paket sembako.
Baca Juga:
Sri Suparni menjelaskan, pemilihan ketiga sekolah itu bukan tanpa alasan. Ketiganya berada di kawasan Situs Sangiran, warisan dunia UNESCO, dan masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan. Pemberian seragam juga sengaja diarahkan agar produksinya menyerap UMKM konveksi lokal.
30 Titik Penerangan Jalan Tenaga Surya Ikut Dipasang di Sragen
Kunjungan Rabu itu tidak hanya membawa bantuan untuk siswa. Sri Suparni juga menyalurkan 30 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di titik-titik yang membutuhkan di Kabupaten Sragen.
“Semoga bantuan PJUTS ini bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat serta memberi manfaat berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati: Tahun Ini 30 Tahun Sangiran Jadi Warisan Dunia
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut kegiatan itu dengan menyoroti posisi strategis Desa Ngebung dan Bukuran. Menurutnya, dua desa tersebut berada persis di dalam kawasan Situs Sangiran, yang tahun ini genap 30 tahun ditetapkan sebagai warisan dunia.
“Tahun ini menandai 30 tahun penetapan Situs Sangiran sebagai warisan dunia. Ngebung dan Bukuran berada dalam kawasan strategis tersebut, sehingga penguatan sarana pendidikan di sini menjadi penting, tidak hanya untuk mendukung pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejarah generasi muda. Kami mengapresiasi dukungan dari kementerian yang turut memperkuat upaya ini,” kata Sigit.
Pemkab Sragen, menurut Sigit, telah mengalokasikan anggaran Rp29 miliar khusus untuk perbaikan infrastruktur sekolah pada 2026 demi pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayahnya.
Kepala SDN Ngebung 1 Akui Sekolah Masih Kekurangan Guru dan Fasilitas
Kepala SDN Ngebung 1, Darwanto, berterima kasih atas bantuan yang datang, namun juga menyampaikan kondisi riil sekolahnya. Kekurangan tenaga pendidik dan sarana prasarana yang belum memadai masih menjadi tantangan nyata.
“Kami telah mengusulkan revitalisasi melalui Dapodik, dan saat ini prosesnya sudah memasuki tahap verifikasi di dinas terkait. Kami berharap usulan tersebut dapat terealisasi, sehingga kualitas pembelajaran di sekolah kami semakin optimal,” ungkap Darwanto.
Sragen adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang di dalamnya terdapat Situs Sangiran, kawasan fosil manusia purba yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 1996. Lokasinya yang jauh dari pusat kota membuat beberapa desa di sekitar situs itu relatif tertinggal dalam hal akses fasilitas pendidikan dan infrastruktur dasar.
Usulan revitalisasi SDN Ngebung 1 yang kini memasuki tahap verifikasi di dinas pendidikan setempat menjadi salah satu penanda apakah perhatian yang datang pada Rabu pekan ini akan berlanjut ke perbaikan jangka panjang bagi anak-anak di kawasan warisan dunia tersebut.
Editor: Arif Budiman