Teras News — Cadangan minyak global terkuras ke level terendah yang belum pernah tercatat sebelumnya setelah jalur pelayaran Selat Hormuz hampir sepenuhnya tertutup akibat eskalasi konflik di Iran.
Selat Hormuz Terputus, Pasokan Global Terganggu
Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Rute ini merupakan salah satu titik transit energi paling krusial di dunia, tempat sekitar sepertiga dari total perdagangan minyak mentah global melintas setiap harinya. Ketika jalur itu nyaris terputus, dampaknya langsung terasa pada pasokan energi di berbagai penjuru dunia.
Penutupan hampir total jalur pelayaran tersebut, sebagaimana dilaporkan Sindonews, terjadi seiring memburuknya situasi keamanan di kawasan Iran. Akibatnya, cadangan minyak dunia terkuras dengan kecepatan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga:
Laju Pengurasan Cadangan Mencapai Rekor Baru
Tidak ada angka cadangan yang tersisa dengan aman. Yang jelas, kecepatan penyusutannya melampaui seluruh preseden historis yang pernah ada. Kondisi ini menempatkan pasar energi global dalam tekanan serius yang belum memiliki kepastian kapan akan mereda.
Krisis di Selat Hormuz bukan kali pertama mengguncang pasar minyak. Namun, skala penutupan kali ini disebut jauh melampaui gangguan-gangguan sebelumnya yang pernah terjadi di kawasan yang sama. Ketergantungan negara-negara pengimpor minyak besar, termasuk sejumlah negara Asia, pada rute ini membuat guncangan terhadap Selat Hormuz selalu berimbas luas.
Sampai situasi di kawasan Iran pulih dan jalur pelayaran kembali beroperasi normal, tekanan terhadap pasokan energi global diperkirakan terus berlanjut.
Editor: Surya Dharma