Berita

6.000 Santri PAS Baitul Qur’an Padati Alun-Alun Ponorogo, Plt Bupati Ikut Senam Massal

20
×

6.000 Santri PAS Baitul Qur’an Padati Alun-Alun Ponorogo, Plt Bupati Ikut Senam Massal

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selasa (5/5/2026) pagi, Alun-Alun Ponorogo berubah riuh oleh barisan santri cilik berseragam. Sekitar 6.000 anak didik Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an tumpah ruah di lapangan pusat kota itu untuk mengikuti senam massal bertema “Warna Ukhuwah”. Mereka datang dari jenjang play group, taman kanak-kanak, hingga madrasah ibtidaiyah (MI) yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ikut turun ke lapangan. Perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu bergerak bersama ribuan santri, tak sekadar menyaksikan dari panggung kehormatan.

Bunda Lis: “Menyiapkan Generasi Ponorogo yang Jauh Lebih Baik”

Lisdyarita mengaku bahagia berada di tengah anak-anak yang sejak dini mendapat pendidikan karakter dan akhlak. “Tema Warna Ukhuwah untuk menyamakan persepsi dalam bergandeng tangan menyiapkan generasi Ponorogo yang jauh lebih baik,” katanya di hadapan para santri dan pendamping mereka.

Bupati perempuan pertama di Ponorogo itu juga menyemangati para pengajar. Ia mengucapkan terima kasih kepada ustaz dan ustazah yang disebutnya penuh kesabaran dalam membimbing santri setiap hari. Kepada para santri, ia menitipkan pesan singkat: “Untuk anak-anakku, semangat belajar dan patuh kepada ustaz dan ustazah agar meraih kesuksesan.”

Didirikan Tokoh Gontor, Kini Tersebar di Berbagai Wilayah Indonesia

PAS Baitul Qur’an bukan lembaga baru. Pesantren ini resmi berdiri pada 2004, didirikan oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Kurikulumnya memusatkan perhatian pada tahfiz (hafalan Al-Qur’an), fiqih, hadis, dan pembiasaan adab harian sejak usia dini.

Riza Ashari, perwakilan PAS Baitul Qur’an, menjelaskan bahwa lembaganya kini menaungi puluhan lembaga binaan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. “Kami menerapkan pembelajaran dengan pendekatan yang menyenangkan sesuai usia dan pembiasaan ibadah sehari-hari,” ungkap Riza.

Riza juga menekankan bahwa PAS Baitul Qur’an berdiri di atas fondasi pendidikan Islam yang menyeimbangkan pembinaan rohani dan jasmani, bukan hanya hafalan semata.

Ribuan Wajah Kecil, Satu Lapangan

Pemandangan Selasa pagi itu memang tidak biasa. Ribuan anak usia dini mengisi setiap sudut alun-alun dengan seragam dan gerakan yang seragam pula. Orang tua yang mengantar tampak berdiri di pinggiran lapangan, sebagian mengabadikan momen lewat ponsel.

Senam massal ini sekaligus menjadi ajang pertemuan tahunan antara seluruh santri binaan PAS Baitul Qur’an dari berbagai cabang lembaga. Dengan jumlah peserta yang mencapai 6.000 orang, kegiatan ini menjadi salah satu perhelatan pendidikan Islam terbesar yang pernah digelar di Alun-Alun Ponorogo.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman