Berita

Harga Gabah Rp 6.500 per Kg, Anggota DPR Novita Wijayanti Cek Langsung Stok Beras Bulog Cilacap

18
×

Harga Gabah Rp 6.500 per Kg, Anggota DPR Novita Wijayanti Cek Langsung Stok Beras Bulog Cilacap

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rp 6.500 per kilogram — angka itu menjadi patokan harga pembelian gabah petani yang kini dipantau ketat oleh DPR RI. Bendahara Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Novita Wijayanti, turun langsung ke Gudang Bulog Gumilir di Kabupaten Cilacap pada Selasa (5/5/2026) untuk memastikan harga tersebut benar-benar diterapkan dan stok beras pemerintah berada dalam kondisi aman.

Surplus Tercapai, Serapan Gabah Petani Meningkat

Novita menyatakan kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan perkembangan positif. Surplus pangan disebut sudah mulai tercapai seiring meningkatnya serapan gabah petani dan pengelolaan stok yang semakin baik di tingkat gudang.

“Kondisi surplus sudah tercapai. Ini menjadi bukti bahwa langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berjalan dengan baik dan harus terus dipertahankan,” kata Novita dalam kunjungannya.

Ia juga menekankan bahwa keberpihakan negara kepada petani sangat bergantung pada konsistensi penerapan harga beli gabah. Jika harga di bawah Rp 6.500 per kilogram, petani tidak akan mendapat keuntungan layak dan produksi bisa tergerus musim berikutnya.

Dialog Langsung dengan Kepala Gudang Bulog

Dalam kunjungan itu, Novita berdialog langsung dengan tiga pejabat Bulog sekaligus: Kepala Bulog Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji, Kepala Gudang Bulog Gumilir, dan Kepala Gudang Bulog Cindaga. Pertemuan ini untuk memastikan proses penyimpanan dan distribusi pangan berjalan optimal dari hulu ke hilir.

“Kami memastikan gabah petani dibeli sesuai harga Rp 6.500. Setelah itu disimpan di gudang dalam kondisi aman, dilakukan maintenance secara berkala agar kualitas tetap terjaga, tidak rusak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelas Novita.

Perawatan berkala di gudang beras menjadi perhatian tersendiri. Beras yang tersimpan dalam jangka panjang rentan terhadap kerusakan akibat kelembaban, hama, atau penanganan yang kurang tepat, sehingga inspeksi rutin di level gudang menjadi bagian penting dari rantai ketahanan pangan nasional.

Waspadai Permainan Harga di Pasar

Novita tidak hanya memantau sisi produksi dan penyimpanan. Ia menyoroti risiko permainan harga di pasar oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi dari komoditas strategis seperti beras.

“Harga tertinggi di pasaran harus tetap terkontrol sehingga tidak dimainkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kita meyakini sistem yang dibuat pemerintah dalam mengelola pangan dari hulu ke hilir dapat berjalan dengan baik sehingga swasembada pangan dapat tercapai,” tegasnya.

Pernyataan ini relevan dengan kondisi umum pasar beras nasional, di mana fluktuasi harga kerap terjadi bukan semata karena faktor produksi, melainkan juga akibat rantai distribusi yang panjang dan praktik penimbunan oleh spekulan.

Kunjungan Novita ke Gudang Bulog Gumilir mencerminkan fungsi pengawasan DPR RI terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Publik, khususnya petani dan konsumen beras, kini menunggu apakah surplus yang diklaim tersebut benar-benar berdampak pada stabilitas harga di pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman