Berita

Rupiah Ditutup di Rp17.424 per Dolar AS, Melemah 30 Poin pada Selasa (5/5)

14
×

Rupiah Ditutup di Rp17.424 per Dolar AS, Melemah 30 Poin pada Selasa (5/5)

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rp17.424 per dolar AS. Angka itu menjadi catatan penutupan nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Selasa (5/5/2026), setelah melemah 30 poin atau sekitar 0,17% dibanding sesi sebelumnya.

Pelemahan ini tergolong tipis secara persentase, namun posisi rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.400-an mencerminkan tekanan yang belum mereda. Sentimen terhadap pertumbuhan ekonomi domestik dinilai belum cukup kuat untuk mendorong mata uang nasional menguat secara signifikan terhadap dolar AS.

Tekanan Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Pasar

Dolar AS memang sedang berada dalam posisi yang diperhitungkan investor global. Ketidakpastian kondisi ekonomi internasional membuat pelaku pasar cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman, termasuk mata uang AS. Rupiah, seperti mayoritas mata uang negara berkembang lainnya, menanggung dampak dari kecenderungan itu.

Bagi masyarakat biasa, pergerakan kurs ini punya dampak langsung. Harga barang impor, dari bahan baku industri hingga produk elektronik konsumen, berpotensi ikut terkerek naik ketika rupiah melemah terhadap dolar. Importir yang membeli barang dalam denominasi dolar harus merogoh kocek lebih dalam untuk menutupi selisih kurs.

Warga Rasakan di Harga Barang dan Cicilan

Pelemahan rupiah juga berdampak pada masyarakat yang memiliki pinjaman atau cicilan berbasis valuta asing. Beban pembayaran mereka bertambah seiring dengan naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Di sektor usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor, margin keuntungan semakin terjepit. Pengusaha yang tidak bisa menaikkan harga jual karena daya beli konsumen terbatas harus menanggung sendiri selisih harga akibat kurs yang kurang bersahabat.

Pasar keuangan akan terus memantau data-data ekonomi domestik berikutnya sebagai penentu arah rupiah dalam sesi-sesi perdagangan ke depan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman