Teras News — Empat dokter internship meninggal dunia dalam kurun tiga bulan terakhir. Angka itu memunculkan kekhawatiran serius di kalangan komunitas kedokteran Indonesia tentang kondisi dan beban yang ditanggung para dokter muda selama menjalani program internship.
Keprihatinan itu mendorong perwakilan dokter internship dari berbagai institusi pendidikan mendatangi kantor Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) pada Sabtu (2/5). Mereka meminta organisasi profesi turun tangan dan mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program internship dokter di Indonesia.
PDUI Terima Audiensi Dokter Internship dari Berbagai Institusi
PP PDUI menerima langsung audiensi para perwakilan dokter internship tersebut. Pertemuan itu menjadi ruang bagi para dokter muda untuk menyuarakan keresahan mereka secara langsung kepada organisasi profesi yang menaungi dokter umum di tingkat nasional.
Baca Juga:
Program internship merupakan tahap wajib yang harus dilalui dokter baru setelah lulus dari fakultas kedokteran sebelum dapat berpraktik secara mandiri. Selama menjalani program ini, dokter internship ditempatkan di fasilitas kesehatan, termasuk di daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis.
Tiga Bulan, Empat Nyawa
Empat kematian dalam rentang waktu tiga bulan menjadi titik yang tidak bisa diabaikan. Belum ada rincian resmi yang disampaikan secara terbuka mengenai penyebab kematian keempat dokter muda tersebut, namun desakan evaluasi yang disuarakan kepada PDUI mencerminkan bahwa ada persoalan mendasar yang perlu ditelusuri lebih jauh oleh otoritas terkait.
PDUI menyatakan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap program internship sebagai respons atas pertemuan tersebut. Langkah itu diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi membahayakan keselamatan para dokter muda selama menjalankan kewajiban mereka.
Publik dan komunitas kedokteran kini menantikan sikap resmi dari Kementerian Kesehatan serta langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan keselamatan ribuan dokter internship yang tengah bertugas di seluruh penjuru Indonesia.
Editor: Surya Dharma