Internasional

Kim Jong Un Janji Bangun 2 Kapal Perang Per Tahun, Ini Alasan Korut Mati-matian Perluas Nuklir

6
×

Kim Jong Un Janji Bangun 2 Kapal Perang Per Tahun, Ini Alasan Korut Mati-matian Perluas Nuklir

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pyongyang, pekan ini — Kim Jong Un kembali mengeraskan retorika persenjataannya. Dalam rapat Partai Buruh Korea Utara yang rampung pada pekan ini, pemimpin Korut itu menegaskan perluasan kekuatan nuklir secara berkelanjutan sebagai satu-satunya cara menghadapi dunia yang ia nilai terus memburuk.

Bukan sekadar pidato. Kim berjanji melengkapi kapal perang dengan rudal nuklir, menggandakan produksi material senjata strategis, dan menumbuhkan arsenal nuklir negaranya secara eksponensial. Pada 25 Juni 2026, ia juga menyatakan Korut akan membangun dua kapal perang tambahan setiap tahun selama lima tahun ke depan.

Para analis kini menggeser pertanyaan mereka. Bukan lagi soal apakah Korut sungguh memiliki senjata nuklir, melainkan mengapa Pyongyang merasa membutuhkan jumlah yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Arsenal yang Dirancang Agar Tak Bisa Dihancurkan Sekaligus

Peter Ward, peneliti di Sejong Institute yang berbasis di Seoul, menjelaskan logika di balik ekspansi besar-besaran itu. Ia menyebut Korut tengah membangun sesuatu yang sengaja dibuat sulit dilacak dan sulit dilumpuhkan.

“Itu adalah kekuatan yang sangat besar dan sangat tersebar sehingga tidak ada satu serangan pun yang dapat menghilangkannya, dan tampaknya semakin sulit untuk dibongkar melalui diplomasi,” kata Ward, dilansir The Guardian, 25 Juni 2026.

Arsenal Korea Utara kini mencakup peluncur bergerak berbasis rel dan jalan raya, fasilitas bawah tanah yang diperkuat, serta armada kapal selam yang terus berkembang. Tahun ini, Korut mulai menguji rudal jelajah berkemampuan nuklir dari kapal perusak baru berbobot 5.000 ton. Keseluruhannya dirancang untuk mampu bertahan sekalipun musuh melancarkan serangan pertama.

Ward mengatakan penyebaran arsenal semacam ini juga berfungsi sebagai perisai dari kemungkinan intervensi asing. “Kita tidak tahu di mana semuanya berada. Kita tidak tahu apa yang mungkin mereka lakukan. Dan ancaman mereka sengaja dibuat samar,” ujarnya.

Serangan AS ke Iran Perkuat Kalkulasi Pyongyang

Serangan yang dipimpin Amerika Serikat terhadap Iran baru-baru ini disebut Ward makin mempertebal keyakinan Pyongyang terhadap strategi yang telah lama mereka pegang: negara yang berhenti di ambang kepemilikan nuklir justru mengundang serangan, bukan menciptakan efek pencegahan.

“Sebuah negara yang tetap berada di tingkat ambang sedang menempatkan target besar di punggungnya sendiri,” kata Ward.

Bagi Pyongyang, pelajaran dari kasus Iran tampak jelas — dan Kim Jong Un rupanya tidak berniat mengulanginya.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi