Internasional

Hampir 4 Bulan Perang, Kesepakatan AS-Iran Ancam Fondasi Politik Netanyahu

7
×

Hampir 4 Bulan Perang, Kesepakatan AS-Iran Ancam Fondasi Politik Netanyahu

Sebarkan artikel ini

Teras News — Hampir empat bulan — itulah durasi perang yang kini berakhir lewat kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah perjanjian yang menurut sejumlah analis dan mantan pejabat AS pada 25 Juni 2025 justru paling keras menghantam satu orang: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Bukan strategi militer Israel yang paling terguncang. Yang runtuh, menurut para analis itu, adalah narasi politik yang selama puluhan tahun Netanyahu bangun dengan susah payah, yakni bahwa dirinya adalah pemimpin Israel yang mampu mengarahkan kebijakan Washington sesuai kepentingan Tel Aviv dalam isu Iran.

Selama bertahun-tahun, Netanyahu membangun reputasi itu dengan sangat sistematis. Ia mempererat hubungan dengan Partai Republik, rutin berpidato di Kongres AS, dan membangun modal politik yang luar biasa besar di jantung sistem Amerika. Para diplomat bahkan pernah menjulukinya “pembisik Amerika” — pemimpin yang cukup mengangkat telepon untuk memastikan kalkulasi strategis Washington selaras dengan kepentingan Israel.

Kini, arah itu berbalik. Presiden AS Donald Trump mendorong penyelesaian diplomatik dengan Teheran dan memandang keberatan Israel sebagai hambatan yang perlu dikelola, bukan dituruti. Netanyahu, yang semula menegaskan hanya tekanan militer berkelanjutan yang bisa menahan ambisi Iran, kini terpaksa menerima arah kebijakan yang ditentukan Washington.

Mantan pejabat AS Dennis Ross menggambarkan posisi Netanyahu saat ini dengan tajam. “Netanyahu kini terjepit antara Presiden Trump yang ingin mengakhiri konflik dan basis politik domestiknya yang menolak berbagai bentuk konsesi, terutama terkait Lebanon,” ujar Ross.

Ross merinci dilema itu lebih jauh: jika Netanyahu memilih mundur dari konflik, ia menghadapi reaksi keras dari basis politiknya di dalam negeri. Sebaliknya, jika memilih eskalasi, ia akan berhadapan langsung dengan Washington.

Perang yang semula Netanyahu harapkan akan memperkuat warisannya sebagai pemimpin yang berhasil menghadapi Iran kini berpotensi dikenang sebagai konflik yang meruntuhkan salah satu sumber utama kekuatan politiknya. Netanyahu menghadapi pemilu pada musim gugur mendatang dalam kondisi terisolasi secara internasional dan dibatasi oleh sekutu terdekatnya sendiri.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi