Teras News — Sabtu (27/6/2026), militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran hanya beberapa jam setelah kapal tanker M/T Kiku berbendera Panama dihantam di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab. Serangan AS ini terjadi di tengah periode gencatan senjata sementara yang baru berjalan dua minggu antara kedua negara.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan itu merespons langsung insiden penyerangan terhadap M/T Kiku. Kapal tersebut tengah mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah ketika diserang pada Sabtu pagi waktu setempat.
Rekaman drone yang dirilis CENTCOM memperlihatkan sejumlah ledakan dalam gambar udara monokromatik, dengan api dan asap tebal mengepul dari lokasi yang tidak diungkap secara spesifik. Militer AS menyebut serangan itu menargetkan berbagai lokasi sebagai respons atas agresi Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran komersial.
Baca Juga:
Eskalasi ini menjadi yang terburuk sejak AS dan Iran menandatangani kesepakatan perdamaian sementara dua minggu lalu, yang dimaksudkan membuka jalan menuju perundingan damai setelah konflik berlangsung selama empat bulan. Masing-masing pihak kini saling menuduh telah melanggar perjanjian tersebut.
Berita Terkait
Editor: Surya Dharma