Berita

Zainoor Sulaiman Kenang Adam Malik: Wapres RI yang Beri Akses Interview Pertama kepada Jurnalis Asing

12
×

Zainoor Sulaiman Kenang Adam Malik: Wapres RI yang Beri Akses Interview Pertama kepada Jurnalis Asing

Sebarkan artikel ini

Teras News — Nama Adam Malik kembali disebut di luar negeri. Di sela perayaan Hari Wartawan Nasional (Hawana) Malaysia yang berlangsung di Penang pada 19–21 Juni 2026, seorang jurnalis senior Malaysia mengisahkan kenangannya tentang Wakil Presiden ke-3 Republik Indonesia sekaligus pendiri Kantor Berita ANTARA itu kepada perwakilan ANTARA yang hadir dalam acara tersebut.

“Kamu dari ANTARA? Saya jadi ingat dengan Bapak Adam Malik,” kata Zainoor Sulaiman, jurnalis senior Malaysia, saat berkenalan dengan perwakilan ANTARA di Kuala Lumpur dalam jamuan makan malam puncak perayaan Hawana.

Zainoor Bertugas di Jakarta Saat Adam Malik Menjabat Menlu hingga Wapres

Zainoor bukan sekadar pengagum dari kejauhan. Pada 1977–1980, ia bertugas sebagai Kepala Biro Kantor Berita BERNAMA Malaysia di Indonesia. Masa tugasnya di Jakarta bertepatan dengan periode Adam Malik menjabat Menteri Luar Negeri RI, lalu naik posisi menjadi Wakil Presiden ke-3 RI.

Kedekatan itu bukan hubungan formal semata. “Sebagai kepala biro kantor berita asing saya kenal cukup dekat dengan Pak Adam Malik saat dia masih menjabat Menteri Luar Negeri RI sampai menjabat Wakil Presiden,” kenang Zainoor.

Jurnalis Asing Pertama yang Diwawancarai Adam Malik Usai Dilantik Jadi Wapres

Satu momen tak pernah ia lupakan. Adam Malik memberikan Zainoor hak istimewa sebagai jurnalis asing pertama yang memperoleh kesempatan wawancara setelah sang tokoh resmi menjabat Wakil Presiden.

“Saya jurnalis asing yang diberi kesempatan interview pertama oleh beliau,” ujar Zainoor dengan antusias.

Tak berhenti di situ. Adam Malik juga pernah memintanya untuk langsung menghubungi jika memerlukan konfirmasi soal berbagai isu mengenai Indonesia. Gestur personal seperti itu, kata Zainoor, meninggalkan kesan yang dalam.

Adam Malik memang dikenal dekat dengan kalangan jurnalis. Ia lahir pada 22 Juli 1917 di Pematangsiantar, Sumatera Utara, dan mendirikan ANTARA pada 13 Desember 1937 bersama sejumlah tokoh pers nasional lainnya, jauh sebelum Indonesia merdeka. Karier politiknya membawanya hingga ke kursi Ketua Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1971, sebuah pencapaian yang mengangkat namanya di panggung diplomatik internasional.

Perayaan Hawana Malaysia tahun ini dihadiri para jurnalis senior dari Malaysia dan sejumlah negara ASEAN. Pertemuan lintas negara itulah yang membuka ruang bagi kenangan tentang Adam Malik untuk kembali mengalir, hampir empat dekade setelah Zainoor mengenalnya secara langsung di Jakarta.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi