Teras News — Presiden Prabowo Subianto memanggil seluruh jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Negara (Himbara) ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/6), untuk menegaskan peran bank-bank milik negara itu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kapitalisasi Himbara saat ini mencapai Rp1.100 triliun,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM yang juga menjabat CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangannya usai pertemuan berlangsung.
Himbara Dituntut Lebih dari Sekadar Bank Komersial
Himbara adalah kelompok bank milik pemerintah yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Keempatnya selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan sektor strategis nasional, mulai dari kredit usaha rakyat hingga pembiayaan infrastruktur. Dengan total kapitalisasi Rp1.100 triliun yang disampaikan Rosan, skala aset gabungan mereka menempatkan Himbara sebagai kekuatan perbankan terbesar di Indonesia.
Baca Juga:
Pertemuan di Istana Merdeka itu bukan pertemuan biasa. Prabowo secara langsung hadir dan menyampaikan arahan kepada para petinggi bank pelat merah tersebut, menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap arah gerak perbankan negara di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Rosan Roeslani Jadi Juru Bicara Usai Pertemuan
Rosan Roeslani, yang kini mengemban tiga jabatan sekaligus sebagai Menteri Investasi, Kepala BKPM, dan CEO Danantara, menjadi narasumber utama yang berbicara kepada media usai pertemuan tertutup itu selesai. Ia menjelaskan pokok-pokok arahan Presiden terkait fungsi Himbara dalam ekosistem ekonomi nasional.
Danantara sendiri adalah badan pengelola investasi milik negara yang dibentuk untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN, termasuk perbankan. Keterlibatan Rosan dalam pertemuan ini mencerminkan eratnya koordinasi antara agenda investasi pemerintah dengan pengelolaan bank-bank negara.
Publik kini menantikan langkah konkret dari Himbara pasca pertemuan tersebut, khususnya soal bagaimana keempat bank itu akan menerjemahkan arahan Presiden ke dalam kebijakan pembiayaan yang berdampak langsung pada pelaku usaha dan masyarakat luas.
Editor: Arif Budiman