Teras News — Sabtu pekan ini, di Aceh Besar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung mengecek distribusi pupuk subsidi ke petani Aceh usai menghadiri Rembuk Tani yang digelar PT Pupuk Indonesia. Acara itu dihadiri sekitar 100 petani dari berbagai daerah di Kabupaten Aceh Besar.
Angka distribusi pupuk subsidi di Aceh Besar tercatat 9.361 ton, atau setara 42 persen dari total alokasi 2026 sebesar 22.472 ton. Zulkifli menyatakan realisasi itu berjalan tanpa hambatan.
“Distribusi pupuk subsidi di Provinsi Aceh berjalan tanpa kendala. Kami terus memantau distribusi pupuk di seluruh Indonesia guna memastikan distribusinya berjalan lancar,” kata Zulkifli Hasan di sela acara tersebut.
Baca Juga:
Realisasi Nasional Sudah 4,3 Juta Ton dari Kuota 9,8 Juta Ton
Secara nasional, distribusi pupuk subsidi 2026 sudah menembus 4,3 juta ton lebih dari total alokasi 9,8 juta ton, atau realisasi 44,4 persen. Zulkifli menyebut pemantauan dilakukan setiap hari atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Kami diperintah Presiden mengecek distribusi dan harga pupuk setiap harinya di seluruh Indonesia. Ini untuk memastikan distribusi pupuk tidak boleh terlambat sampai ke petani karena berdampak pada produktivitas padi,” ujarnya.
Keterlambatan pupuk ke sawah pada masa tanam bisa memangkas hasil produksi padi secara signifikan. Itu sebabnya pemerintah menempatkan kelancaran distribusi sebagai prioritas dalam program ketahanan pangan nasional.
Petani Diminta Manfaatkan Pupuk Subsidi Sebaik Mungkin
Zulkifli juga mendorong petani yang hadir di Rembuk Tani agar memaksimalkan penggunaan pupuk bersubsidi demi mengerek produktivitas lahan mereka. Subsidi pupuk, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
“Manfaatkan pupuk subsidi ini. Dan ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Kalau punya lahan, tanam apa saja laku. Sektor pertanian akan menguntungkan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Zulkifli.
Kunjungan ke Aceh bukan yang pertama dalam rangkaian pemantauan serupa. Sebelumnya Zulkifli juga memastikan distribusi pupuk di Kalimantan Barat berjalan lebih cepat dari jadwal. Pemerintah menargetkan tidak ada provinsi yang mengalami kelangkaan pupuk sepanjang musim tanam 2026.
Editor: Ratna Dewi