Teras News — Sebanyak 250.000 orang bisa mengikuti program vokasi nasional yang dijadwalkan dibuka pada Juli 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan program itu pada 29 Juni 2026 dalam forum Economic Update 2026 yang digelar CNBC Indonesia di Jakarta.
Program vokasi nasional ini masuk dalam paket stimulus yang disiapkan pemerintah untuk semester II-2026. Cakupannya luas: tidak hanya menyasar tenaga kerja yang baru saja keluar dari industri tertentu, tetapi juga terbuka bagi calon pekerja migran Indonesia yang hendak bekerja di luar negeri.
“Vokasi ini bisa digunakan juga untuk retraining bagi mereka yang lepas dari industri tertentu. Jadi bisa retraining, reskilling,” kata Airlangga.
Baca Juga:
Bersamaan dengan itu, pemerintah juga meluncurkan program magang nasional khusus untuk generasi Z, yakni lulusan baru yang belum mendapat pekerjaan tetap. Program ini memberi mereka kesempatan magang selama enam bulan di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, jasa, hingga ekonomi digital. Selama masa magang, pemerintah menanggung honor peserta.
“Magang itu untuk Gen-Z dimana lulusan satu tahun itu bisa bekerja di sektor apapun industri jasa digital dimana pemerintah memberikan honor selama 6 bulan. Jadi mereka magang di industri bagi industri juga mendapatkan mahasiswa ataupun lulusan baru untuk bekerja di sektornya,” papar Airlangga.
Di luar dua program itu, pemerintah juga menyiapkan skema vokasi dan reskilling khusus bagi sekitar 220.000 lulusan SMK. Sasarannya adalah memperluas akses mereka ke pasar kerja, termasuk pasar kerja di luar negeri.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi