Berita

Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Penguasaan Bola 52% Lawan Tembok Bertahan yang Belum Dibobol

12
×

Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Penguasaan Bola 52% Lawan Tembok Bertahan yang Belum Dibobol

Sebarkan artikel ini

Teras News — 52 berbanding 29,5 — itulah selisih rata-rata penguasaan bola Kroasia dibanding Ghana dalam dua laga pertama Piala Dunia 2026 Grup L. Angka itu akan menjadi penentu saat keduanya bentrok di Philadelphia Stadium, Philadelphia, Amerika Serikat, pada 27 Juni pukul 24.00 WIB.

Satu poin sudah cukup bagi kedua tim untuk lolos ke babak 32 besar, baik sebagai runner-up maupun salah satu peringkat ketiga terbaik. Inggris, yang berada di puncak Grup L, diperkirakan akan mengalahkan Panama di laga paralel — membuat Ghana dan Kroasia hampir pasti bertarung memperebutkan posisi kedua.

Bagi Ghana, strategi menunggu bukan hal baru. Saat menghadapi Inggris, Carlos Queiroz menerapkan negative football, menumpuk pemain di lini belakang dan menutup celah sekecil apapun. Hasilnya nyata: Ghana adalah satu dari hanya empat tim di turnamen ini yang gawangnya belum dibobol sama sekali, bergabung bersama Meksiko, Spanyol, dan Argentina. Dengan empat poin di kantong, para pemain Black Stars punya alasan kuat untuk mempertahankan pendekatan itu.

Kroasia berada di posisi yang berbeda. Bermain aman justru mengandung risiko lebih besar bagi tim asuhan Zlatko Dalic. Jika Ghana berhasil mencetak gol lebih dulu, The Vatreni akan menghadapi tembok yang terbukti sangat sulit ditembus. Skenario itu hampir mustahil diselamatkan.

Rekam jejak Kroasia memang mencerminkan watak menyerang. Mereka kalah 2-4 dari Inggris sambil tetap meladeni duel terbuka, lalu menang tipis 1-0 atas Panama. Dengan dominasi bola rata-rata 52 persen, Dalic tampaknya tidak akan mengubah pakem itu. Menguasai tempo permainan adalah cara Kroasia menjauhkan diri dari ketidakpastian.

Pemenang laga ini, atau setidaknya tim yang finis lebih tinggi, kemungkinan akan menghadapi Portugal atau Kolombia di babak gugur — dua kandidat kuat juara Grup K. Bagi Ghana maupun Kroasia, hasil di Philadelphia bukan sekadar soal lolos, tetapi soal siapa lawan yang menanti di ronde berikutnya.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi