Internasional

Pakistan Tampung 4 Juta Pengungsi Afghanistan, Dubes Zahid Peringatkan Ancaman Teroris Lintas Batas

9
×

Pakistan Tampung 4 Juta Pengungsi Afghanistan, Dubes Zahid Peringatkan Ancaman Teroris Lintas Batas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pakistan menampung sekitar 4 juta pengungsi asal Afghanistan yang telah menetap selama beberapa dekade, dan kini Islamabad menyebut kondisi tersebut sebagai bom waktu yang dapat mengguncang stabilitas sosial serta ekonomi domestiknya. Peringatan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, di Jakarta pada 26 Juni 2026.

Jutaan pengungsi itu mendapat akses fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga subsidi kebutuhan harian dari pemerintah Pakistan — beban yang menurut Islamabad telah menguras anggaran kesejahteraan sosial mereka bertahun-tahun lamanya.

Dubes Zahid memperingatkan bahwa setiap kekosongan keamanan di Afghanistan langsung berimbas ke dalam negeri Pakistan. “Setelah rakyat Afghanistan, negara yang paling menderita akibat ketidakstabilan di Afghanistan adalah Pakistan. Setiap kekosongan keamanan di sana memiliki implikasi langsung bagi situasi keamanan dan sosial di Pakistan,” ujarnya.

Kekhawatiran terbesar Islamabad bukan sekadar soal anggaran. Tanah Afghanistan yang tidak stabil, menurut Pakistan, kerap dimanfaatkan kelompok teroris internasional untuk merencanakan atau mendanai serangan ke wilayah Pakistan.

“Kekhawatiran utama kami adalah tanah Afghanistan tidak boleh dibiarkan digunakan untuk merugikan negara lain, khususnya Pakistan. Kami melihat sebagian besar insiden teroris di Pakistan berasal atau direncanakan dari sana,” tegas Dubes Zahid.

Pakistan mendesak komunitas internasional agar segera merumuskan skema pemulangan pengungsi Afghanistan yang terikat waktu, aman, dan menghormati hak-hak kemanusiaan. Namun syarat utamanya satu: perdamaian sejati harus tercipta lebih dulu di Afghanistan. Jika kondisi keamanan di sana memburuk, Pakistan memastikan gelombang pengungsi baru akan kembali menekan perbatasan dan memicu krisis kemanusiaan berikutnya.

Pemerintah Pakistan menyatakan tidak akan menoleransi ancaman keamanan yang merembet dari perbatasan utaranya, dan akan menggerakkan langkah-langkah militer serta diplomatik secara penuh untuk melindungi kedaulatan negara.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma