Teras News — 5,2 juta ton — itulah angka cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini tersimpan di gudang Bulog, rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Di tengah kekhawatiran global atas ancaman El Nino yang mengancam produksi padi di Asia Tenggara, pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, justru menyatakan optimistis, setidaknya untuk satu tahun ke depan.
Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (KOPIC), Dedy, menyampaikan pandangannya saat ditemui di PIBC pada 24 Juni 2026. Ia mengakui El Nino memang berpotensi mengganggu pasokan, namun menunjuk stok besar milik pemerintah sebagai penjamin ketahanan pangan nasional.
“Kalau yang dampaknya memang betul-betul akan terjadi El Nino, yang sudah-sudah sih iya berdampak juga,” kata Dedy. Ia kemudian menyoroti kesiapan pemerintah yang jauh-jauh hari telah menumpuk cadangan. “Tapi, saya mengapresiasi betul terhadap pemerintah, tujuannya memang luar biasa bagus, kenapa pemerintah itu punya stok gabah atau beras dengan sangat banyak gitu kan. Pasti kan mereka, pemerintah, itu kan punya pandangan ke depan yang jauh lebih bagus betul. Jadi mempersiapkan jangan sampai kita tuh kekurangan pangan, kekurangan pasokan,” ujarnya.
Baca Juga:
Kekhawatiran soal El Nino bukan tanpa dasar. Harga beras di pasar global kembali menguat pada 23 Juni 2026, dengan kontrak acuan menyentuh US$12,48 per hundredweight (cwt), naik 2,21% dari hari sebelumnya dan merupakan level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Filipina bahkan telah memperingatkan potensi penurunan produksi gabah hingga 700 ribu ton akibat cuaca panas dan kering yang dipicu El Nino.
Dedy menjelaskan skenario terburuk yang bisa terjadi di PIBC jika El Nino benar-benar menghantam. Pasokan dari mitra produsen di berbagai daerah berpotensi terhenti karena kekeringan, sehingga pedagang hanya bisa bergantung pada satu sumber: stok pemerintah di gudang Bulog, termasuk di Bulog Divre yang berlokasi di sejumlah wilayah.
“Nah, pada saat nanti (El Nino), pasar induk ini hanya mengandalkan pasokan dari beberapa daerah ya kan. Kadang kala kalau nanti ancamannya El Nino, daerah pun akan mengalami kekeringan, produsen beras juga pasti sulit untuk mendapatkan gabahnya untuk memproduksi. Ya mau nggak mau, harapan kita pasti pemerintah yang memiliki stoknya di Buloh itu (bantu suplai) untuk pedagang. Kalau berharap ke mitra produsen kita agak sulit pasti,” jelas Dedy.
Dengan cadangan 5,2 juta ton di tangan, Dedy meyakini Indonesia tidak akan goyah. “Saya rasa kalau pemerintah punya stok lebih dari 5 juta ton, Insyaallah ya untuk satu tahun ke depan aman ya, yakin,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah daerah masih akan memasuki musim panen gadu dalam beberapa bulan mendatang, yang berpotensi menambah pasokan beras nasional.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi