Teras News — Pelita Jaya Jakarta kalah telak 63-83 dari Bogor Hornbills pada laga kedua final IBL 2026, membuat kedudukan seri menjadi imbang 1-1. Pelatih David Singleton tetap percaya timnya bisa bangkit pada laga ketiga yang digelar di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (22/4) pukul 19.00 WIB.
Kekalahan itu bukan hanya soal selisih angka. Singleton merinci, Pelita Jaya kebobolan 42 poin dari paint area (area dekat ring), 20 second chance points — poin yang lahir dari rebound serangan kedua — dan melakukan 22 turnover yang dikonversi Hornbills menjadi 25 poin. Angka-angka itu jauh dari penampilan tim yang finis di peringkat pertama musim reguler dengan rekor 18 menang dan 2 kalah.
Singleton: Laga Kedua Tidak Cerminkan Kualitas Tim
“Pertandingan laga kedua sama sekali tidak menunjukkan bahwa kami merupakan tim terbaik di liga, padahal kami berlatih secara rutin selama lima atau enam bulan terakhir, tetapi justru tim menunjukkan kelemahan, jadi sangat mengejutkan,” kata Singleton.
Baca Juga:
Pelatih asal Amerika Serikat yang akrab disapa Coach Dave itu menegaskan kekalahan itu tidak mengubah keyakinannya. “Saya percaya para pemain memahami apa yang harus dilakukan, jadi tugas kami adalah kembali fokus dan mengeksekusi rencana permainan dengan disiplin,” ujarnya.
Kapten Akui Masalah Foul Trouble Ganggu Ritme Permainan
Kapten tim, Andakara Prastawa Dhyaksa, mengakui masih banyak yang harus dibenahi. Salah satunya masalah foul trouble — situasi di mana pemain terlalu banyak melakukan pelanggaran sehingga terancam keluar dari lapangan — yang mengganggu ritme Pelita Jaya sepanjang laga kedua.
Di luar catatan buruk itu, Pelita Jaya punya modal tersendiri memasuki laga ketiga. Sepanjang playoff musim 2026, mereka mencatatkan rekor sempurna 3 menang dari 3 laga tandang. Kemenangan itu mencakup satu kemenangan atas RANS Simba Bogor dan dua kemenangan beruntun di kandang Dewa United Banten pada babak semifinal.
GOR Laga Tangkas adalah kandang Hornbills. Namun rekam jejak Pelita Jaya di laga tandang sepanjang playoff musim ini membuat Singleton tetap optimistis timnya bisa memimpin 2-1 dalam seri best-of-five — format di mana tim yang lebih dulu meraih tiga kemenangan menjadi juara.
Dilansir dari laporan Antara.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman