Teras News — Delegasi Amerika Serikat akan terbang ke Islamabad, Pakistan, untuk bernegosiasi dengan Iran — meski Presiden Donald Trump secara terbuka menuduh Teheran melanggar perjanjian gencatan senjata di Selat Hormuz. Trump mengumumkan keputusan itu pada Minggu (18/5).
Tuduhan pelanggaran gencatan senjata itu disampaikan Trump bersamaan dengan pengiriman delegasi, sebuah sikap yang memperlihatkan dua jalur berbeda berjalan sekaligus: tekanan verbal di satu sisi, pintu diplomasi tetap terbuka di sisi lain.
Negosiasi Berlanjut di Tengah Tuduhan Pelanggaran
Pakistan dipilih sebagai lokasi pertemuan diplomatik antara perwakilan AS dan Iran. Islamabad selama ini kerap menjadi ruang pertemuan bagi pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan diplomatik langsung. Trump tidak merinci bentuk pelanggaran yang ia tuduhkan kepada Iran terkait kesepakatan di Selat Hormuz — salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia, tempat sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas setiap harinya.
Baca Juga:
Keaslian klaim pelanggaran dari Trump belum diverifikasi secara independen.
Selat Hormuz, Titik Panas yang Kembali Memanas
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Ketegangan di jalur ini langsung berdampak pada harga minyak dunia dan pasokan energi ke berbagai negara, termasuk sejumlah negara Asia yang bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Ketika Amerika dan Iran bersitegang di wilayah ini, pasar energi global ikut bergetar.
Keputusan Trump mengirim delegasi ke Islamabad menunjukkan bahwa jalur negosiasi dengan Iran belum sepenuhnya putus, meski retorika keras terus mengalir dari Washington.
Dilansir dari laporan Sindonews.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman