Berita

274 Perusahaan Sawit Dilaporkan Mainkan Harga TBS, Cadangan Beras RI Capai 5 Juta Ton

6
×

274 Perusahaan Sawit Dilaporkan Mainkan Harga TBS, Cadangan Beras RI Capai 5 Juta Ton

Sebarkan artikel ini

Teras News — 274 perusahaan sawit — angka itu yang dilaporkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke pihak berwenang atas dugaan permainan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani. Pelaporan ini disampaikan Amran dalam program Economic Update CNBC Indonesia, Senin (22/6/2026), bersamaan dengan pengumumannya soal rekor baru stok beras nasional.

Cadangan Beras Pemerintah Sentuh Rekor 5 Juta Ton per April 2026

Per April 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5 juta ton. Amran menyebut angka ini sebagai capaian stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah memastikan kebutuhan beras masyarakat terpenuhi dan swasembada beras tetap terjaga.

Soal kenaikan harga beras di sejumlah daerah yang belakangan dikeluhkan konsumen, Amran menjelaskan kenaikan itu terkait mekanisme pasar. Harga gabah di tingkat petani naik, dan menurutnya itu justru berdampak positif bagi kesejahteraan petani.

274-300 Perusahaan Sawit Dilaporkan atas Praktik Permainan Harga TBS

Di sektor perkebunan, Amran mengungkap ada 274 hingga 300 perusahaan sawit yang diduga mempermainkan harga TBS. Praktik yang diantisipasi mencakup under invoicing (memanipulasi nilai transaksi agar lebih rendah dari harga sebenarnya) dan transfer pricing (pengalihan keuntungan antarlini perusahaan untuk menghindari kewajiban pembayaran yang semestinya kepada petani).

Pemerintah merespons dengan membentuk PT DSI, sebuah BUMN Khusus yang ditunjuk sebagai pintu tunggal ekspor sawit. Amran menegaskan skema ekspor satu pintu ini dirancang agar praktik manipulasi harga tidak lagi merugikan petani sawit kecil.

“Kami laporkan 274 perusahaan sawit yang mempermainkan harga TBS,” ujar Amran dalam dialog yang disiarkan Senin (22/6/2026).

Produksi Bioetanol Didorong, Petani Sawit Jadi Perhatian

Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi pangan untuk mendukung swasembada energi, khususnya melalui produksi bioetanol. Namun Amran memastikan kebijakan itu tidak boleh menekan harga TBS di tingkat petani. Stabilitas harga TBS disebut sebagai syarat agar petani sawit tetap bergairah berproduksi sekaligus mendukung program energi nasional.

Keberadaan PT DSI diharapkan menjadi instrumen konkret yang mengamankan rantai pasok sawit dari hulu ke hilir, mulai dari penetapan harga yang transparan hingga pengawasan ekspor yang lebih ketat.

Publik kini menunggu tindak lanjut laporan terhadap ratusan perusahaan sawit tersebut, sekaligus realisasi operasional PT DSI sebagai pengendali ekspor sawit nasional.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman